My Family

Kesederhanaan keluarga membentuk saya menjadi pribadi yang mandiri, berfikir dan penuh pertimbangan dalam menentukan sesuatu.

Graduation Moment

Ada banyak hal yang berkesan dalam hidup ini, diantaranya ketika kita berhasil melewati proses-demi proses pendewasaan.

Kegembiraan

Selalui ada hal yang mengejutkan yang membuat kamu selalu bersemangat melewati berbagai tantangan didepan, feel free and get realax.

Masa Depan

5 Point masa depan yang saya tulis adalah hal yang realistis yang saya yakin saya mampu melakukannya.

Work hard Pray Hard

Sealalu bersyukur dengan apa yang telah saya terima atas kegagalan dan keberhasilan, dan senantiasa terus berharap untuk menjadi yang lebih baik lagi kedepannya.

Thursday, February 16, 2012

DARI ARSITEK SAMPAI TIM KREATIF

“jika belum bisa, jangan sampai semangat belajarmu hilang, karena dari belajarlah diketahui apa yang menyebabkanmu belum menguasainya”
-jali gojali-

Keinginan untuk bekerja sesuai dengan rasa ketertarikan kita memang menjadi cita-cita dari kecil. Dulu pas umur 9 tahun kalau ditanya cita-citanya apa, jawabannya ingin jadi arsitek. Karena waktu kecil tuh rajin gambar rumah yang belakangnya ada dua gunung dimana ditengah-tengah dua gunung itu ada matahari yang “nyebul”, dikasih mata dan dikasih garis-garis sinar. Heheu... gak sama kaya yang lain yang kalau ditanya cita-citanya jadi apa, pasti jawabannya jadi dokter atau jadi presiden. Sampai masa SMA pun hati ini “kekeuh-sumekeuh” pengen jadi Arsitek walau gambarnya amburadul dan jarang-jarang lagi bikin gambar-gambar rumah. Tapi guys passion itu tercipta karena kita ngerasa kita nyaman dan asyik mengerjakannya, sesulit apapun pekerjaannya kalau kita suka pada pekerjaan itu tentu ujungnya bakal kita kerjain dan selesai. 



Kelas 3 SMA (2004) akhirnya ada yang mengalihkan perhatian saya dari sekedar ingin jadi arsitek, berubah ingin menjadi ahli di bidang komputer.
Hal itu berawal dari suatu hari dimana pada saat praktikum Internet di sebuah lab komputer di lakukan. Kala itu pak Inti Zamsolih guru saya menerangkan tentang bagaimana cara membuat e-mail yahoo dan dasar-dasar browsing internet dengan membuka situs kompas.com, sampai akhirnya semangat untuk tau lebih lanjut tentang teknologi ini saya terus lakukan.

Energi kuat dan usaha-usaha yang keras saya lakukan dalam mempelajari komputer ini. Saya sangat tertarik pada internet dimana saat itu di daerah saya belum banyak akses internet seperti sekarang. Saya paling rajin kalau ada praktikum komputer, berakrab ria sama guru komputer dan selalu aktif kalau diskusi soal komputer. Rajin membeli majalah “Komputer Aktif” yang sangat ngetren pada saat itu, sampai instal-instal program gak jelas di lab komputer sekolah semakin buat saya yakin menentukan pilihan kuliah di jurusan Tehnik Infomatika di salah satu Akademi di kota Serang. Walaupun gak sampai tuntas, cukup kiranya meberikan pada saya dasar-dasar komputer yang sangat bermanfaat sampai sekarang.

Walau sudah putus kuliah pada saat itu, belajar secara otodidak terus dilakukan, sambilan panggilan servis komputer milik teman atau sekedar berbagi saran dan instalasi program/game di komputer teman, membuat aktifitas ini selain mengembangkan kemampuan juga mendatangkan pemasukan yang lumayan.

Masuk dalam dunia komputer serasa menemukan kehidupan baru yang sangat cerah bagi saya, menurut saya komputer itu perangkat masa depan yang akan terus berkembang dan terus dibutuhkan banyak orang. Selalu ingin terus belajar dan belajar membuat saya memiliki pemahaman yang jelas antara Software dan Hardware serta teknologi internet yang semakin hari kian canggih. Lebih dari itu teknologi perangkat telepon genggam juga menambah ketertarikan saya terhadap teknologi komputer. Apalagi kedua perangkat itu memiliki interkonektifitas yang saling menunjang satu sama lain. Teknologi pun terus berkembang, nampaknya sekarang waktunya beralih ke dunia Internet. Keranjingan browsing bukan malah bikin saya bosan, tapi malah semakin tertantang menemukan hal-hal yang lain lagi. Hobi saya kini adalah browsing, chating, download, instal program, bikin situs, blog dan email. Sam hal nya dengan perangkat mobile telepon genggam yang saya punya yang kebetulan bisa juga saya gunakan untuk berselancar didunia maya walau masih berkemampuan standar dan terbatas untuk membuka situs-situs mobile.  

Hobi ini pun terus berlanjut sampai menemukan situs jejaring sosial yang fenomenal saat itu friendster (2005-2008) yang lagi trend di kalangan anak pelajar dan mahasiswa, situs ini terkenal dengan jargon "testimoni" nya dimana setiap teman memberikan sebuah testimoni terhadap diri kita, sehingga kita bisa tau penilaian teman itu seperti apa. Disusul pada Maret 2009, saya membuat akun facebook dan dimulailah era sosial media yang pesat sampai sekarang. Juga saya masih ingat sekali ketika sebelum facebook ada saya bergabung di komunitas Opera dengan sebutan MyOpera yang intinya sama sih untuk bergaul dan berteman di dunia maya. Sampai sekarang ini banyak bermunculan situs jejaring sosial semisal Twitter, path, instagram dan kawan-kawannya. Khusus untuk video ada Youtube, dailymotion dan kawan-kawannya. Dipastikan saya punya akun disetiap situs tersebut. Khususnya di channel youtube saya memiliki 3 akun channel yang ketiganya aktif dan video yang di upload nya pun lumayan banyak.



Di tahun 2009 saya memutuskan memulai kuliah lagi tapi bukan di bidang teknologi komputer. Saya lebih tertarik pada dunia multimedia yang menurut saya enjoy untuk dijalani. Saya suka mendokumentasikan sesuatu lewat video dan foto, saya suka mem-postingnya lewat jejaring sosial baik facebook, twitter atau instagram. Meng-upload video di youtube, membuat tulisan di blog atau hanya sekedar melihat-lihat isi website dan video yang di unggah orang. Saya memutuskan mengambil jurusan Ilmu Komunikasi yang sesuai dengan apa yang saya butuhkan untuk menunjang passion saya tersebut.

Saya pemirsa TV yang gak cuma nonton berita, film , musik atau apalah. Saya juga menilai stasiun televisinya, kualitas gambarnya, kinerja kru dan orang-orang dibaliknya, variasi program yang ditayangkan dan semua hal mengenai dunia broadcast. Suatu hari saya membuat perbandingan kualitas gambar stasiun-stasiun tv swasta di indonesia. Dimana menurut saya SCTV memiliki kualitas gambar yang lembut, RCTI yang best contras, TransTV yang charming, dan TVRI yang standar banget. Sedangkan dari segi “best crew” TransTV jauh diatas semua stasiun TV swasta yang lain. Solidaritas sesama kru, interaksi antara kru dengan artis di saat onframe terjalin baik dan memunculkan daya tarik tersendiri pada alur program tayangannya. Sedangkan TV lain tetap kekeuh menyembunyikan kru nya seakan mereka seharusnya di belakang kamera saja. Solidaritas yang dimunculkan kru TransTV inilah yang membuat saya berangan-angan ingin sekali suatu saat nanti menjadi bagian dari keluarga besar mereka. Berkarir sebagai Team Kreatif atau FD (Floor Director) di acara-acara “in-house production” nya. Tapi saat ini saya masih semster 6 , nanti deh  inyaallah saya mau job trainning/magang di sana jika memungkinkan.

Intinya keinginan itu selalu saya usahakan dan mudah-mudahan menjadi kenyataan dikemudian hari. Karena berharap dan berdoa dengan usaha nyata adalah cara terbaik untuk memperoleh apapun yang kita iniginkan.

#theendofthestory
“saya ini mahluk dinamis yang tunduk pada keinginan-keinginan imajinatif yang sedang saya rasakan gejalanya, hanya waktu dan kekuatan pikiran yang mengantar saya pada titik-titik keberhasilan dan pencapaian atas apa yang saya khayalkan sebelumnya”

-jali gojali-

Saturday, December 31, 2011

RENUNGAN UJUNG TAHUN 2011

Memilih merenung di malam pergantian tahun ini, menghindar dari gemerlapnya kembang api dan derunya mesin dijalan, hingar bingar kehidupan yang penuh perayaan. Hanya bisa berdoa dengan sedikit getaran jiwa yang terdalam, berharap didepan adalah esok yang tercerahkan. Mungkin ini yang terdalam karena kesempatan kemarin dimalam yang sama larut dalam gembira. Mendekat untuk mengerti kehidupan, merasakan hembusan angin terahir di malam terakhir tahun 2011, di iringi lagu instrument pianis berirama jaz Jim Brickman, membuat ku lebih senang (terharu), suara-suara alam itu lebih menyejukan ya.. dibanding berduyun-duyunnya orang untuk merayakan malam pergantian tahun ini.

Sejenak terfikir yang pernah kulakukan juga, Banyak orang pergi ke pantai, bawa terompet, kembang api, malem-malem, jam 12, ramai, sorak sorai, ..... dan sekarang terdiam dalam keheningan berfikir untuk apa semua itu, ritual setahun sekali kah?, kumpul-kumpul kah? melihat keramaian kah? berbuat hal-hal yang ? kah? entahlah, itu terserah mereka dan lagi saya seorang Liberalis yang menghormati kebebasan. Yang jelas inilah cara menikmati malam pergantian yang sedang ku lakukan, cara yang sederhana, cara untuk memaknai hidup lebih dalam, cara bersyukur dengan apa yang telah didapatkan, cara mengharap atas apa yang belum tercapai, dan hatipun mulai berkata:

"Ya... Allah aku penuh syukur atas pemberian Mu selama ini, jika malam ini aku senang, itu karena aku merasa lebih dekat denganMu, apa yang menjadi kekuranganku bukanlah kerugianku, karena kelebihan yang Kau berikan kepada Hambamu ini suatu saat akan bermanfaat untuk lebih banyak orang.

Ya... Allah, kekuatan ku selama ini yang tentunya pemberianmu adalah bentuk cintamu  pada hambamu, maka semakin besar syukurku jika apa yang kumiliki ini dapat terus bermanfaat bagi lingkungan ku, Jadikan aku Umatmu yang terus bersyukur, sambil berharap kebaikan-kebaikan terus menghampiri ku

ya... Alah
Tidaklah aku cengeng jika harus menutup mata ketika berdoa kepadamu, bukan tak kuasa jika hatiku harus bergetar saat mengangkatkan kedua tangan ini, hanya karena begitu banyaknya hal yang kau berikan padaku, hal yang diluar batas pikiranku, sebuah kekayaan hati yang membuatku hidup sampai sekarang ini, CINTA DAN KASIH SAYANG adalah dua hal yang kau berikan pada orang-orang disekitarku sehingga mereka mengashi dan menyayangiku, karena aku tidak bisa hidup tanpa dua hal itu. Maka berikanlah rahmat dan hidayahMu pada semuanya yang telah memberikan itu padaku khususnya kedua orang tua ku, keluargaku, teman dan sahabatku, serta orang-orang yang memberikan cinta itu padaku.


Ya... Allah
Jika kelebihan-kelebihan yang kumiliki ini baik, maka ijinkan aku berada pada kesempatan-kesempatan yang baik pula, agar lebih banyak lagi yang dapat aku berikan, asal kau tidak menghilangkan Cinta dan Kasih sayang dari sisiku, karena disitulah aku hidup.

Thursday, October 6, 2011

KONSEP AIDA UNTUK PERIKLANAN (KOMUNIKASI BISNIS)

Halo teman mahasiswa Komunikasi dimanapun berada,
Dapet tugas lagi nehh... kali ini mata kuliah Komunikasi Bisnis dengan spesifikasi bahasan tentang konsep AIDA. Apa tuh AIDA, menurut Wikipedia :
AIDA is an acronym used in marketing and advertising that describes a common list of events that may occur when a consumer engages with an advertisement.
  • A – attention (Awareness): attract the attention of the customer.
  • I – interest: raise customer interest by focusing on and demonstrating advantages and benefits (instead of focusing on features, as in traditional advertising).
  • D – desire: convince customers that they want and desire the product or service and that it will satisfy their needs.
  • A – action: lead customers towards taking action and/or purchasing.


Lebih simplenya sih tehnik pemasaran dan periklanan sebuah produk dengan mengacu pada 4 aspek yaitu, 
A = Attention (Perhatian) kemampuan mengalihkan perhatian pada produk yang ditawarkan
I = Interest (Daya  tarik) sisi menarik dari produk
D = Desire (keinginan/hasrat) yang dapat dicapai dengan produk yang ditawarkan
A = Action (tindakan) keputusan untuk membeli

nah dari acuan itu saya menerima tugas dengan pertanyaan sebagai berikut 


"Anggaplah Saudara adalah seorang Manajer Pemasaran Perusahaan X dengan produk Y ( jasa atau barang) sedang memikirkan bagaimana produk Y dapat ditingkatkan. (X dan Y = boleh dengan nama lain agar lebih ekspresif). Buatlah pesan pesan persuasif untuk penawaran dengan pendekata rancangan AIDA"

Jawab:
Rancangan AIDA : Atentions, Interest, Desire, and Actions dalam sebuah poster iklan berikut ini :







Tuesday, August 3, 2010

Komunikasi Antar Pribadi : How to Intrigue Everyone Without Saying a Word


You Only Have Ten Seconds to
Show You’re a Somebody

The exact moment that two humans lay eyes on each other has
awesome potency. The first sight of you is a brilliant holograph.
It burns its way into your new acquaintance’s eyes and can stay
emblazoned in his or her memory forever.
Artists are sometimes able to capture this quicksilver, fleeting
emotional response. My friend Robert Grossman is an accom-
plished caricature artist who draws regularly for Forbes, Newsweek,
Sports Illustrated, Rolling Stone, and other popular publications.
Bob has a unique gift for capturing not only the physical appear-
ance of his subjects, but for zeroing in on the essence of their per-
sonalities. The bodies and souls of hundreds of luminaries radiate
from his sketch pad. One glance at his caricatures of famous peo-
ple and you can actually “see” their personalities.

Sometimes at a party, Bob will do a quick sketch on a cock-
tail napkin of a guest. Hovering over Bob’s shoulder, the onlook-
ers gasp as they watch their friend’s image and essence materialize
before their eyes. When he’s finished drawing, he puts his pen
down and hands the napkin to the subject. Often a puzzled look
comes over the subject’s face. He or she usually mumbles some
politeness like, “Well, er, that’s great. But it really isn’t me.”
The crowd’s convincing crescendo of “Oh yes it is!” drowns
the subject out and squelches any lingering doubt. The confused
subject is left to stare back at the world’s view of himself or her-
self in the napkin.
Once when I was visiting Bob’s studio, I asked him how he
could capture people’s personalities so well. He said, “It’s simple.
I just look at them.”
“No,” I asked, “How do you capture their personalities? Don’t
you have to do a lot of research about their lifestyle, their history?”
“No, I told you, Leil, I just look at them.”
“Huh?”
He went on to explain, “Almost every facet of people’s per-
sonalities is evident from their appearance, their posture, the way
they move. For instance . . .” he said, calling me over to a file where
he kept his caricatures of political figures.
“See,” Bob said, pointing to angles on various presidential body
parts, “here’s the boyishness of Clinton,” showing me his half smile;
“the awkwardness of the elder George Bush,” pointing to his shoul-
der angle; “the charm of Reagan,” noting the ex-president’s smiling
eyes; “the shiftiness of Nixon,” pointing to the furtive tilt of his
head. Digging a little deeper into his file, he pulled out Franklin
Delano Roosevelt and, pointing to the nose high in the air, “Here’s
the pride of FDR.” It’s all in the face and the body.
First impressions are indelible. Why? Because in our fast-
paced, information-overload world of multiple stimuli bombard-
ing us every second, people’s heads are spinning. They must form
quick judgments to make sense of the world and get on with what
they have to do. So, whenever people meet you, they take an
instant mental snapshot. That image of you becomes the data they
deal with for a very long time.

Wednesday, April 14, 2010

Puisi Yang Menyentuh


Sebenarnya tak sengaja browsing internet sambil menanti ngantuk tiba, sebagai kebiasaan setiap malam diujung kelelahan. Sudah jam 11 lewat 10 menit saat itu, setelah buka foxit reader untuk baca-baca modul kuliah Opini Publik dan Perencanaan Program Komunikasi. Males sih tapi mata masih saja terbuka seakan ada yang mengganjal dengan batang korek api.

Tak sengaja situs online open learn milik UT mengantarkan aku pada blognya IKAUT dan menemukan posting yang mengingatkan puisi yang dibacakan Dedi Mizwar pada peringatan kebangkitan nasional di stasiun-stasiun TV disela-sela program tayangan. Bahasa puisi yang cukup menyentuh dan inspiring banget menurutku, apalagi suara Om Dedi yang vibra mengesankan sosok yang bijak dan melankolis membuat pendengar merasa bergetar dan tersentuh hatinya. Berikut puisi yang dibacakan Om Dedi Mizwar tersebut

Bangkit itu susah, susah melihat orang susah , senang melihat orang senang.
Bangkit itu takut, takut korupsi, takut makan yang bukan haknya.
Bangkit itu mencuri, mencuri perhatian dunia dalam prestasi.
Bangkit itu marah, marah bila martabat bangsa diinjak.
Bangkit itu tidak ada, tidak ada kata menyerah, tidak ada kata putus asa.
Bangkit itu malu, malu menjadi benalu, malu karena minta melulu.
Bangkit itu aku, untuk bangsaku.* 
dan....Bangkit itu berbuat, berbuat sesuatu untuk mewujudkan secara nyata cita-cita bangsa merdeka yang benar-benar menikmati kesejahteraan bangsanya secara merata!.

Kalau anda pernah mendengar puisi tersebut pasti merasa tersentuh apalagi menurutku sebagai pemuda Indonesia amat sangat terpanggil untuk memberikan sesuatu yang terbaik bagi bangsa ini, tentunya haruslah dibaca tidak hanya oraly (verbal) tetapi membacanya menggunakan bahasa hati nurani (feel) sehingga efeknya dapat kita rasakan sebagai api penyemangat dalam melakukan kegiatan yang positif.

Monday, January 11, 2010

Belajar NGE-BLOG nyok



"Hey, cepet dong...  Lu gak liat apa para Blogger yang hebat - hebat itu. Tulisan - Tulisan mereka buat lu cemen" 
Begitulah kiranya afirmasi "ngaco" yang saya buat. Heheu...

Keranjingan browsing Internet tuh bikin ngiri sama anak-anak Blogger aja yah.  Ada anak kecil yang nulis nya hebat banget sumpah. Padahal gw yang udah lanjut usia ini (heuh lebay) belum bisa cuap-cuap nulis artikel. Boro-boro yang ilmiah, yang ngeyel aja gak bisa. Sulit ngungkapin pikiran lewat tulisan nih, bawaannya males aja yang ada. So, harus gimana dong supaya sama kayak yang lain, yang udah menghasilkan karya yang dibaca oleh jutaan orang di seluruh dunia. Kalo ngarang mau ngarang apa coba, susah move on deh nih kayaknya. Masa mau ngirinya doang tanpa karya yang jelas. Trus gimana dong. 


Nih kayanya tulisan gw yang pertama yang provokatif banget deh. Masa ada yang ngeluh sama diri sendiri. Dipasang di blog lagi, apa gak malu yah. Yo wes lah pokoknya supaya ada perubahan yang berarti gitu dalam diri ini.

Jadi mahasiswa anak komunikasi tuh banyak motivate gw ke arah broadcast sih, bukan yang jago nulis atau editor apalah gitu. So mungkin energi nya gak ngarus ke dunia tulis menulis, paling banter bikin video dan fotografi. Tapi sadar sih nulis itu sepenting minum sehabis makan. Mau makanan se enak apapun Kalo gak minum ya celaka, jadinya gak nyaman aja gitu setelah tau prinsip nya kayak gitu.
Yah.. walau dikatakan masih belajar, inilah mungkin tulisan yang original keluar dari pemikiran saya, tanpa copycat sebaris pun kalimat diambil dari artikel lain. Masih ngaco sih, karena gak terbiasa atau lebih ke amatir tingkat pemula. Atau mungkin ini sih lebih ke curhat soal keadaan heheu..
Mudah-mudahan tulisan-tulisan selanjutnya bisa lebih berkembang ke arah yang lebih baik lagi, lebih variatif dan mendapat respon positif dari pembaca seantero dunia maya ini.

Salam NGE-BLOG.
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com