My Family

Kesederhanaan keluarga membentuk saya menjadi pribadi yang mandiri, berfikir dan penuh pertimbangan dalam menentukan sesuatu.

Graduation Moment

Ada banyak hal yang berkesan dalam hidup ini, diantaranya ketika kita berhasil melewati proses-demi proses pendewasaan.

Kegembiraan

Selalui ada hal yang mengejutkan yang membuat kamu selalu bersemangat melewati berbagai tantangan didepan, feel free and get realax.

Masa Depan

5 Point masa depan yang saya tulis adalah hal yang realistis yang saya yakin saya mampu melakukannya.

Work hard Pray Hard

Sealalu bersyukur dengan apa yang telah saya terima atas kegagalan dan keberhasilan, dan senantiasa terus berharap untuk menjadi yang lebih baik lagi kedepannya.

Showing posts with label KISAH HIDUP. Show all posts
Showing posts with label KISAH HIDUP. Show all posts

Sunday, December 21, 2014

CPNS, antara USAHA dan KEBERUNTUNGAN



“orang Indonesia terkadang sukar untuk membedakan antara “Usaha nyata” dengan “keberuntungan”,  maka ketahuilah bahwa “sebelum ada orang-orang beruntung, disana sudah ada orang-rang yang berusaha dengan keras untuk mendapatkan keberuntungan itu”
-Jali Gojali-






Someday in September 2014
Informasi Lowongan CPNS tiap tahunnya selalu menarik banyak perhatian kalangan, dibukanya formasi CPNS Umum Tahun 2014 tepatnya bulan Oktober 2014 membuat banyak Sarjana-sarjana muda di Indonesia memeprsiapkan diri mereka dan segala berkas pendaftarannya untuk melamar CPNS tahun ini. Setelah ada Moratorium CPNS Umum Daerah dimana sebelumnya hanya ada formasi untuk tenaga pendidik dan tenaga medis saja, tahun 2014 ini pemerintah membuka lowongan CPNS dengan formasi yang lengkap untuk semua jurusan pendidikan sarjana S1, D3 bahkan ada formasi untuk lulusan SMA/SMK juga. 
Yang berbeda dari sistem penerimaan CPNS tahun lalu yaitu diberlakukannya sistem CAT TKD  (Computer Asisted Test) artinya tesnya 100% pake komputer secara online. Pertama-tama para pelamar CPNS harus membuka situs https://panselnas.menpan.go.id  untuk mengetahui Instansi mana saja yang membuka lowongan CPNS, jumlah yang dibutuhkan, persyaratannya, serta jadwal-jadwal terkait test CPNS nya nanti. Proses pendaftaran ini sangat simpel, bisa dilakukan dimana saja dengan mendaftarkan indentitas diri dan nomor KTP yang wajib untuk di cantumkan, hal ini sebagai jaminan tidak ada NIK yang sama mendaftar di lebih dari satu Instansi yang membuka lowongan karena ini sangat di larang. Seluruh warga negara Indonesia bisa mendaftar di Instansi apa saja, misal orang Papua bisa melamar formasi CPNS daerah Banten, atau sebaliknya, tentu dengan memenuhi persyaratan masing-masing daerah tersebut seperti syarat khusus pendidikan yang sesuai, IPK diatas 2.7 dan sebagainya. Ini sangat mengobati kekecewaan saya karena daerah saya sendiri Kabupaten Pandeglang tidak membuka formasi CPNS tahun ini, sungguh celaka jika saja hanya putra daerah yang bisa melamar di masing-masing daerahnya saja, pupus sudah niat menjadi abdi negara jika peraturan itu berlaku. Tapi dengan peraturan yang jelas dan reformasi birokrasi yang ditetapkan mentri PAN-RB maka saya bisa mendaftar di daerah yang saya tuju yaitu Kabupaten Serang.



05 Oktober 2014
Awalanya tidak menarik memang jika melihat formasi yang dibutuhkan oleh kabupaten Serang pada Formasi Pranata Humas Pertama yang hanya membutuhkan 2 orang saja. Cukup pesimis karena pasti pelamar akan membludak untuk memperebutkan 2 kursi ini, ckckckck.... Saya yang selalu mempertimbangkan segala sesuatu dengan data yang ada dilapangan selalu mencari strategi yang tepat dalam memilih ini. Tadinya dengan Ijazah S1 Ilmu Komunikasi saya memiliki kesempatan melamar di dua formasi, satu di Pekerja Sosial Pertama dimana semua jurusan bisa melamar di formasi ini, dan kedua di Pranata Humas Pertama dimana hanya jurusan Ilmu Komunikasi saja yang bisa melamar pada formasi ini. Fikir-fikir formasi semua jurusan pasti banyak yang milih, sedangkan pilihan yang kedua hanya jurusan Ilmu Komunikasi saja yang akan menjadi saingannya nanti. Perlu –gak perlu saya browsing internet mencari informasi lulusan Sarjana Ilmu Komunikasi di daerah Banten, saya cari data lulusan S.Ikom UNTIRTA, UNSERA, STIKOM WJB dan lainnya, ternyata tidak terlalu mencengangkan jumlahnya. Akhirnya saya putuskan memilih formasi “Pranata Hubungan Masyarakat Pertama” yang kualifikasi pendidikannya khusus untuk lulusan Ilmu Komunikasi.
Pendaftaran di situs panselnas tidak ada kendala yang berarti, beda halnya cerita teman-teman yang bilang sulit di akses, atau server sedang padat, dan sebagainya. Proses pendafatarannya “lancar jaya” malah sempet juga mendaftarkan teman sekantor yang setelah di tawari ikut akhirnya mau juga walau sedikit malas dan ragu.  Berlanjut meng-konfirmasi data di inbox e-mail  dengan memeriksa kembali detil identitas pendaftaran kita untuk selanjtnya menunggu 1x24 jam agar bisa di Confirm di server yang kedua berlamat di http://sscn.bkn.go.id , ini tempat konfirmasi data kita setelah pendaftaran di situs panselnas dengan cara login memakai e-mail dan nomor NIK yang telah didaftarkan. Anak OPS kayaknya udah ahli kalau urusan per-loginan seperti ini hehehe.... Setelah login kita bisa mencetak bukti registrasi sebagai syarat lampiran berkas lamaran yang akan kita kirim lewat POS pada instansi yang dituju.

08 Oktober 2014
Berkas persyaratan akhirnya dikirim melalui jasa POS Indonesia, yang jelas tidak boleh memakai JNE atau jasa pengiriman lainnya. Cukup khawatir memang mengingat kalau pake POS delay nya suka berhari-hari, takut deadline dan berkas tidak sampai sesuai waktu deadline. Tapi nampaknya sudah terjadi kesepakatan antara PT POS dengan Pemda mengenai berkas lowongan CPNS ini, terlihat ketika memasukan berkas tampak pegawainya men-spesialkan pengirim berkas lowongan CPNS ini. Begitu juga ketika memberikan surat balasan pemberitahuan lulus seleksi Administrasi, ada penjaga khusus yang dipersiapkan PT POS untuk mengatur tertibnya pembagian surat balasan.

Selang waktu berganti, menunggu kepastian tanggal dan tempat tes CPNS itu seperti menunggu antrian “Operasi bisul” yang sedang bengkak-bengkak nya. Karena di surat balasan tidak di cantumkan Tanggal dan tempat ujian tes CPNS tapi hanya mencantumkan alamat situs bkd yang beralamat http://bkd.serangkab.go.id untuk mengetahui informasi selanjutnya mengenai jadwal tes dan tempat tesnya.
Tekad ingin menjadi CPNS tahun ini memang kuat sekali dalam diri saya. Banyak faktor yang menyebabkan itu semua, mulai dari sempitnya kesempatan yang ada bagi diri saya untuk menuju karir yang jelas, seperti bekerja sebagai Guru Honorer yang gak masuk kategori nyeseknya minta ampun, sampai saya bahas pada postingan sebelumnya, profesi yang kedua yaitu sebagai OPS (Operator Pendataan Sekolah) yang entah kapan diakui pemerintah peran pentingnya sebagai suksesor program-program berbasis online yang dijalankan Kemendiknas, honorarium yang seiklasnya memang kadang bikin “makan ati” karena sering tidak sesuai antara hak dan kewajiban yang dipikul, bebannya gak “balance” sama apa yang perbulannya kita dapatkan. Tapi saya masih beruntung memiliki rekan Guru yang “mengerti” hal tersebut sehingga seberat apapun pekerjaan akhirnya termotivasi oleh rekan-rekan lain yang secara ikhlas menyumbangkan sebagian penghasilan mereka untuk mendukung pekerjaan OPS ini (kesannya “beggar” banget yah), tapi itu yang perlu disyukuri dan kadang membuat iri honorer lain yang hanya bertugas mengajar saja, iri karena penghasilannya diatas mereka-mereka, tapi anehnya gak iri sama begitu beratnya beban pekerjaan kami.  10 tahun adalah waktu yang lamaaaaa banget (MM), sudah bosan nampaknya berkutat dengan pekerjaan yang itu-itu saja, lebih tepatnya gak sesuai sama jalur saya sebagai Sarjana Komunikasi. Alasan lain adalah karena Sekolah saya nanti akan di merger dengan sekolah tetangga yang pastinya makin gak jelas masa depan saya nanti. Tekad bulat 1000% untuk lulus CPNS tahun ini saya cam kan dalam hati sanubari yang paling dalam.

10 Oktober 2014
Sehari setelah mengirimkan berkas lamaran, saya berfikir ulang tentang cerita-cerita orang yang sudah menjadi rahasia umum dalam penerimaan CPNS, yaitu “uang sogokan”. Terngiang ditelinga bahwa penerimaan CPNS dari dulu sampai sekarang itu UUD (baca : Ujung-ujungnya Duit), tapi kepercayaan itu saya patahkan dan tekad 1000% itu saya jadikan motivasi. Usaha-usaha itu saya tunjukan dengan rajinnya membuka informasi sistem penerimaan CPNS tahun 2014 yang memberlakukan sistem CAT TKD (Computer asisted Tes) dimana tes CPNS ini menggunakan Komputer dan skor tes langsung terpampang secara realtime di monitor yang bisa dipantau oleh siapa saja detik itu juga. Menurut informasi juga disebutkan sistem ini sulit dimanipulasi oleh pihak manapun karena sudah jelas yang lulus dan yang engga pasti ketahuan di monitor secara realtime. Komputer yang bekerja secara online langsung menyajikan soal tes yang diacak di server panselnas menjamin soal tes tidak akan sama sehingga meminimalisir soal bocor pada orang yang akan tes di sesi dan hari berikutnya.
Ada juga loh yang nawarin saya Rp. 150 juta, tapi uang dari mana yah.. heheu... dan kalau punya pun saya gak mau tuh harus bayar sebesar itu. Saya hanya berpegang pada kepercayaan tekad 1000% yang saya punya. Saya rajin mengerjakan contoh-contoh soal tes CPNS tahun lalu, mengatur jadwal khusus untuk membahasnya, membuka halam forum kaskus dimana disana terkumpul “tes kucing”, “FR” atau entah apa lagi istilah anak kaskuser menamakannya, yang jelas ini membantu “bangetzzzz” sumpah demi apapun (makasih kaskuser you are my everything, heheuu...). Tapi apa itu tes kucing? Mau tau aja apa mautau banget?, ini tuh bahasa kodenya anak-anak forum kaskus, maksud tes kucing itu adalah tes yang se-jilat kucing (sunda: saletak) juga sifat kucing yang selalu curi-curi kesempatan dan ada istilah “kucing-kucingan” maka dipakailah istilah ini. Ada juga istilah yang kedua “FR” (Flash Report) yaitu laporan sekilas tentang soal-soal tes. Di forum ini berkumpul sukarelawan yang mengikuti tes CPNS mulai dari Instansi Pusat dan Daerah, tetapi kebanyak yang ikut Instansi Pusat seperti Kemenkeu, Kemenkes, dan lainya. Karena penjadwalan tes CAT TKD  CPNS yang tidak serempak di setiap Instansi, maka berkumpulah relawan tes CAT TKD  dari berbagai instansi untuk melaporkan soal-soal apa saja yang keluar sesaat setelah mereka mengikuti tes CAT TKD  CPNS. Cukup membantu sekali bagi saya yang awam tentang TES CAT TKD CPNS tahun ini karena detil soal dan bentuk soal yang mereka informasikan sangat jelas dan membantu menemukan bentuk pertanyaan, kisi-kisi, serta kelopok soal baik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Ini seperti jalan petunjuk dari Allah kepada saya, menuntun saya untuk menemukan dan belajar bersama di forum ini. Tapi ini bukan sekedar faktor keberuntungan, ada usaha yang harus kita lakukan seperti tak hentinya mencari informasi itu kunci penting yah rekan-rekan.

Ini mungkin strategi yang “smoot extreme” yang saya uji cobakan pada diri saya sendiri. Kenapa saya sebut demikian, karena saya mengancam diri saya sendiri, mengancam dengan pertanyaan yang saya buat sendiri, mengancam dengan tingkah laku saya sendiri, mengancam dengan apa yang saya lakukan selama persiapan menghadapi tes CAT TKD  CPNS. Petanyaan afirmasi saya susun sedemikian rupa untuk saya tanyakan pada diri saya sendiri, “mau jadi apa kamu jika tak lulus CPNS tahun ini?” “hanya orang gila yang gak lulus tes CPNS tahun ini”, “liat pendidikan mu, S1 Ilmu komunikasi, sarjana macam apa kamu ini?”, “hanya ada satu kata dan satu kesempatan, yaitu L.U.L.U.S”, “singkirkan ego, tunda hal-hal yang sepele, kumpulkan energi, fikiran, dan nafsumu, arahkan pada persiapan TES CAT TKD  CPNS”. Kata-kata afirmasi itu yang saya selalu camkan dalam hati saya selama mempersiapkan tes CPNS. Alhasil dampaknya membuat saya kurang nyaman dengan kehidupan saya pada waktu itu, inginnya selalu mencari dan terus belajar soal-soal tes CPNS baik melalui gadget, browsing internet, instal aplikasi android yang ada di googleplay dimana disana ada puluhan aplikasi simulasi tes CAT TKD  CPNS beserta tips dan cara-cara nya, hal tersebut sungguh membantu dan memberikan gambaran sejelas-jelasnya mengenai apa yang akan saya hadapi nanti. 
Kegiatan itu menghanyutkan saya dalam sebuah keadaan yang mengasyikan. Tes itu menurut saya mengasyikan dan menantang, ingin cepat segera mengalaminya secara langsung, karena latihan soal yang ada sudah dilahap habis setiap hari, setiap jam, setiap menit, sebelum tidur, pas bangun tidur, pas di WC, pas nunggu antrian, karena soal dan pembahasannya ada di aplikasi HP android yang gampang di bawa kemana-mana. Saya cetak hal-hal penting untuk dihafal kemudian saya tempel di dinding kamar, catatan, rumus, highlight, itu semua untuk meminimalisir kelemahan saya yang mudah lupa pada hal-hal sepele. Cara-cara ini membuat saya percaya diri dan berani memberikan sebagian informasi dan foto copy soal latihan CAT TKD pada teman-teman yang juga ikut tes CAT TKD .




23 Nopember 2014
Jadwal tes CAT TKD  CPNS jelas ter-listing di situs http://bkd.serangkab.go.id, disini sudah lengkap terjadwal siapa saja yang akan ikut tes CPNS berdasarkan nomor peserta tes, NIK, dan tanggal lahirnya. Saya yang kebagian tanggal 23 Nopember sesi ke 1 agak sedikit kewalahan dengan waktu tes yang dimulai jam 7 pagi itu. Bertempat di STIE Bina Bangsa Serang, saya berangkat dari rumah Labuan sekitar jam 4.30 ba’da subuh dan tiba di Serang sekitar jam 6.30 dilanjut daftar ulang di meja panitia dan sebentar melihat simulasi CAT TKD  di sebuah ruangan lantai 2 sebelum dilakukan tes CAT TKD  tepat jam 7 pagi itu. Terlihat wajah-wajah tegang dari peserta tes yang sangat ketat dijaga oleh banyak petugas polisi dan LSM itu. Sebelum masuk ruangan tes, petugas men-sinkronkan muka kami dengan foto yang ada di kartu peserta dan hanya boleh membawa Pinsil, kartu peserta dan KTP asli kedalam ruang tes tersebut, pokoknya super duper ketat. Terdapat dua baris komputer dimana jumlah seluruhnya ada 43 komputer di ruangan tersebut. Oh ya guys, di sesi 1 ini yang ikut tes adalah 80 orang diman Lab 1 sebanyak 40 orang dan lab 2 40 orang, semua peserta tes adalah jurusan yang sama pada formasi lamaran yang sama juga, jurusan saya ilmu komunikasi pada saat itu ada 61 orang yang ikut tes dan sisanya jurusan dan formasi lain sehingga berjumlah 80 orang. Hal ini untuk memudahkan pe-rankingan pada saat hasil tes di pajang nanti sehingga hasilnya bisa langsung dilihat siapa dengan nilai tertinggi.
Degdegan, gugup, sedikit “tremor” di tangan, ketika panitia membunyikan bel tanda dimulainya tes CAT TKD  CPNS ini. Soal pertama adalah Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) tapi saya skip dengan mengerjakan tes kepribadian (TKP) terlebih dahulu sesuai arahan di forum Kaskus.. heheu... saya memulai mengerjakan soal di nomor 60an dimana tes TKP dimulai di nomor itu. Perasaan gugup memang tidak bisa ilang yah, apalagi “Count down timer” di sudut atas monitor serasa mengisyaratkat pada saya sebentar lagi komputer akan meledak duarrrrr.... (haha... kiding), jadinya mata udah liat sini situ gak jelas. Setelah TKP dijawab semua, waktu tersisa dipakai menjawab Tes wawasan kebangsaan yang menurut saya cukup mudah karena soal yang ditanyakan sangat familiar dan gak ada yang aneh bahkan ada yang sudah saya pelajari di latihan soal sebelumnya, namun tetep pilihan jawabannya bikin mikir dua kali dan ngabisin waktu untuk menentukan pilihan, alhasil hal tersebut berimbas pada sisa waktu yang akan dipakai untuk mengerjakan Tes Intelegensia (TIU). Soal yang ditanyakan di TIU cukup mudah juga, hal ini karena keseringan latihan mengerjakan soal yang berbentuk sama, walau angkanya berbeda tapi jalan dan caranya sama tooh... so.. menurut saya mudah banget. Cuma ya itu tadi waktunya bikin jantung degdegan, serasa mau meledak tuh monitor. Dengan waktu 2 menit lagi sisa soal yang belum dikerjakan berjumlah 10 soal... astaga!. Mencoba mengerjakan dengan berfikir, walau mudah tapi tetep harus logis namanya juga tes Intelegensia dan waktu saat itu tinggal 10 detik broo.. sedangkan soal yang belum terjawab sebanyak 5 soal.... whattt... celaka 12 nihh... dan akhirnya jurus mengarang bebas saya terapkan di kelima nomor soal terakhir tersebut.
Pret... tampilan monitor menutup sendiri, waktu sudah habis dan muncul tampilan halaman poling kesan-kesan Tes CAT TKD  CPNS, kita diberi pertanyaan seputar kelebihan dan kekurangan tes ini, serta saran-saran yang ingin di sampaikan. Jika sudah silahkan klik SELESAI. Dan itu berarti mengantarkan kita ke halaman skor hasil tes CAT TKD  yang telah kita kerjakan.

5 menit saya termenung sebelum saya klik tombol SELESAI, menghela nafas dalam-dalam, mengucap istighfar dan berusaha menenangkan diri berharap nilainya memuaskan dan menjadi yang tertinggi. Saya pasrah, menyerahkan sepenuhnya apa yang ada dihadapan saya, saya meyakinkan diri jika nilainya tidak lulus atau kecil mungkin Allah menunjukan jalan saya di lain persimpangan, saya berusaha tenang dan menerima apapun hasilnya. Sesekali saya lihat nilai tes peserta di samping saya, nilainya kecil banget, huft... Allah hu akbar... saya beranikan mengklik tombol SELESAI, dan Total nilai 357 dimana TWK = 115, TIU = 95 dan TKP = 147 terpampang, puji syukur pada Allah SWT tak henti-hentinya saya panjatkan, nilai saya jauh diatas Passing grade yang ditetapkan Panselnas yaitu TWK=75, TIU=75 TKP=126. Walau pada awalnya target saya adalah 400, tapi Alhamdulilah saya bersyukur sekali.



Perjuangan belum selesai kawan, nilai saya belum dilakukan pe-rankingan. Panitia menyuruh mencatat hasil skor di kertas sebagai pegangan dan mempersilahkan keluar. Walau perasaan campur aduk tapi saya merasa lega setelah begitu tegangnya menghadapi suasana tes. Turun ke lantai bawah dengan lemas, sudah banyak kerumunan peserta tes yang melihat hasil tes terpampang di monitor, sudah dirangking pula siapa yang paling tinggi dan siapa paling rendah. Haduh ya Allah, ketagangan episode ke 2 melanda. Terlihat dengan jelas nama saya terpampang di urutan nomor 4, kemudian saya sadar formasi yang saya lamar hanya membutuhkan 2 orang saja, tetapi saya sadar juga di sesi ini tidak hanya jurusan komunikasi saja yang ikut tes, kemungkinan saya masih besar mendapatkan kursi CPNS tahun ini.
Print out hasil tes 10 menit lagi akan di tempel di sebuah papan informasi, dengan cemas saya menunggu, saya ingin memastikan dan mengetahui siapa saja yang ada di urutan 1, 2, dan 3. Apakah dia jurusan yang sama, jika ya.. celaka lah saya karena kesempatan saya akan hilang. Tak lama panitia membawa lembaran hasil tes lengkap dengan skornya lalu menempelnya di papan informasi. Seperti yang telah diketahui saya berada di urutan nomor 4, peserta wanita di urutan pertama yang langsung saya cari tahu identitasnya, jurusan apa dia dan melamar formasi apa. Nampaknya orangnya sudah pulang duluan, jurus mbah google saya gunakan untuk mencari identitas orang, dan akhirnya ketemu juga facebooknya, pendidikannya jelas Ilmu Administrasi Niaga, dia orang Cilegon, syukur alhamdulilah.... sekarang orang di urutan ke dua adalah laki-laki, cara yang sama saya terapkan, mencarinya di Mbah Google, ketemu juga akhirnya jurusannya Tekhnik Sipil universitas ternama, syukur ya Allah, dan orang yang diurutan nomor 3, siapakah gerangan dia, apakah dia sama sejurusan dengan saya, saya menemukan identitasnya di database alumni universitas asal dia belajar dulu, universitas Padjadjaran jurusan Ilmu Komunikasi jelas terpampang di bagian fakultas FISIP, nama dan tanggal lahirnya sinkron dengan yang ada di pengumuman skor tes.
Ya akhirnya saya yang berada di urutan ke 4 ini menjadi ranking ke 2 di jurusan yang saya lamar yaitu formasi untuk Sarjana Ilmu Komunikasi.



Walau sudah diketahui ranking dan skornya, tetap keputusan lulus atau tidak berada ditangan Panselnas dan panitia Tes CAT TKD  yang ada di daerah masing-masing. Menunggu pengumuman resmi yang dikeluarkan Panselnas bikin gak bisa tidur, apalagi momok yang menakutkan adalah adanya manipulasi nilai yang bisa saja terjadi baik di pusat atau di daerah, tapi masa dengan seterbuka ini masih ada saja oknum yang berani? Dan saya masih bimbang sebelum pengumuman resmi keluar. Berdoa, pasrah, tawakal, dan nyantai, itu yang saya lakukan selama menunggu pengumuman dari Panselnas. Sebenarnya jadwal tes CAT TKD  CPNS Kabupaten Serang terbilang paling akhir, karena kota Cilegon dan Pemerintah Provinsi Banten sudah lebih dulu menyelenggarakan Tes. Jadi serasa lamaaaa banget ga ada kabar pengumumannya. Sampai akhirnya .....

16 Desember 2014
Sebuah sms muncul di inbox saya mengabarkan bahwa Kabupaten Serang sudah mengumumkan hasil tes CAT TKD. Langsung saya buka Google Chrome di HP, dan benar saja runing text di situs resmi BKD Serang tersebut menunjukan tulisan “Pengumuman Peserta yang Lulus Tes CPNS Jalur Umum”, saya unduh file PDF nya, agak-agak tegang-tegang gimana gitu, melihat barisan nama yang lulus tes dimulai dari formasi Guru SD, dilanjut formasi Guru SMK. Mata saya menuju ke formasi Pranata Hubungan Masyarakat Pertama yang saya lamar, sampai akhirnya sadar-gak sadar menemukan nama saya benar-benar ada disana, diurutan nomor 2 persis sesuai dengan perhitungan saya. Allah hu akbar, saya sujud syukur seketika itu juga, terharu dengan perjuangan yang membuahkan hasil.

   


Mungkin ini kurang berkesan bagi sebagian pembaca yang budiman, atau terkesan lebay atau apalah, tapi ini real 1000% tekad perjuangan yang penuh usaha dibaliknya. Tidak ada Keberuntungan yang benar-benar beruntung, yang ada adalah usaha-usaha kita untuk meraih keberuntungan tersebut. Karena setelah banyak orang mengetahui saya lulus Tes CPNS banyak yang bilang itu adalah keberuntungan, untung, kebetulan atau apalah itu, tetapi kawan, saya tekankan sekali lagi “tidak ada keberuntungan yang benar-benar beruntung” semua keberuntungan itu harus kita usahakan, sehingga usaha dan kerja keras kita mendapatkan keberuntungan yang dimaksud. Jangan pernah menganggap tes apapun itu adalah “untung-untungan”, “mimilikan” atau apapun istilahnya, karena bagaimanapun sebelum Allah SWT menurunkan keajaibannya maka dia melihat apa yang sebelumnya di kerjakan oleh orang tersebut agar pantas menerima keajaibannya itu. Hilangkan istilah-istilah tersebut dari benak kita, arahkan energinya untuk mendukung keberuntungan menyertai usaha-usaha kita, berfikir positif dan logis sudah pasti modal untuk meraih itu semua, tidak ada sarjana yang lulus dengan untung-untungan, semuanya adalah proses seiring waktu berjalan, maka pergunakan waktumu sebaik mungkin sebelum menyesal kemudian. Belajar dengan sungguh-sungguh sebagai pembuktian pada Allah bahwa kita memang benar-benar menginginkannya, bukan hanya dengan doa, rajin sholat, atau gemar berzikir, sekali lagi... bukan hanya dengan angan dan cita-cita saja, karena semua akan nihil jika tidak dibarengi dengan usaha nyata kita.

#theendofthestory
“Itu energi ya bro... energi negatif yang di convert menjadi positif dan energi positif yang dimaksimalkan, sekali lagi bukan tenaga ya bro tapi energi, jangan gede-in tenaga, tapi gede-in energi ya broo... dari mana memperoleh energi itu?, dari mana-mana bro, tapi yang paling besar ada pada dirimu sendiri”
-jali gojali-

Salam Sukses Untuk Semua Rekan-rekan ku seperjuangan.


Saturday, October 11, 2014

SEPENGGAL KISAH CINTA

Sampaikan salamku pada wanita idamanku
"Jika aku menemukanmu, itu adalah takdir Allah, maka berpisah denganmu juga adalah rencana-Nya" 

 7 Oktober 2013 
"Dear pemilik hati, aku bisikan perasaan kagum darimu kepada seseorang yang sekarang engkau tatap berulang-ulang, mungkin bukan cinta, tapi rasa kagum yang bisa berkembang kearah cinta, simpan itu dan kelak jika jodoh bertemu bukan tidak mungkin dia adalah perhiasanmu" 

 Ada malaikat berbisik siang itu, ketika melihat seorang perempuan sedang bersujud disebuah mushola kecil di sela acara perhelatan akbar kampusku. mukanya bersinar dalam balutan mukena yang biasa ia kenakan untuk menghadap Allah. Ingin rasanya memanggil kawanku dan mengungkapkan kekaguman itu padanya sehingga kawanku itu menilai juga apa yang aku rasakan. Tapi ahh.. ya sudahlah biar jadi peresaan terpendam diriku saja yang mungkin kelak akan aku langsung ungkapkan pada wanita dibalik mukena itu. Pemalu itu sulit mengungkapkan perasaan, atau jaimnya level 15, tapi diriku ada di level 10 deh untuk urusan jaim dan pemalu (gak parah-parah amat maksudnya) tapi pemalu ya tetep pemalu, dan kelemahanku akan hilang jika sitkon nya berbeda, dalam artian aku akan menjadi berani "sekali" jika situasi memungkinkan untuk itu. Sama halnya tenrtang mengungkapkan perasaan pada seseorang, dalam kasus ini aja pengungkapan perasaannya "delay" 9 bulan lebih. Tapi itu hebatnya proses menemukan cinta, I don't know what does it mean, yang jelas cinta yang aku alami bukan cinta biasa (afgan kali ahhh). 

Memilih itu selalu terasa sulit bagiku, apalagi memilih seorang pendamping hidup for a life time, make sure I love her, know her much, and of course she should be know all of my term and condition too (hehe... klaim garansi kali ahhh). Cinta itu sulit dipaksakan sumpah, terlebih bagi diriku yang banyak sekali berfikir panjang tentang masa depan. Deskripsi cinta itu bukan lagi "you love me and I love you", "I jump you jump" atau "love us just the way we are", kata-kata "muna" yang tadi hanya ada di masa-masa cinta monyet SMP-SMA, yang lagi deras-derasnya mengumbar kemesraan dan puisi romantis. Nah sekarang, kedewasaan itu menghampiri diriku yang sudah terlanjur "berdakwah" didepan puluhan anak muda peserta paket B dan C tentang konsep kedewasaan. 

 Banyak dari kita lebih mementingkan status dibandingkan proses dan kualitas dari status itu, maka dari itu mindset generasi muda Indonesia digiring pada keadaan ideal yang gak "prinsipil", contohnya: "Idealnya umur "segini" kan udah harus menikah, terus ada yang udah nikah songongnya minta ampun pake nanya "kapan nyusul?" atau "Truk aja gandengan masa lu engga", efek domino ini didasarkan pada budaya lokal orang indonesia yang "ikut-ikutan", orang punya motor, ikut-ikutan kredit motor. orang punya HP merek tertentu, ikut-ikutan beli merek tertentu, dan hukuman bagi orang yang tidak ikut-ikutan yaaaa pasti rasa malu atau "unwrited social punishment" (hukum sosial tidak tertulis) seperti merasa canggung, gugup, kurang PD, dipermalukan, dan sebagainya. Kalau di Ilmu komunikasi banyak istilah seperti “banwagon effect”, “domino effect”, “hypodermic needle”, atau “spiral of silent” dimana peran orang-orang sekitar atau peran media massa menjadi pengendali sikap dan mental seseorang, dan kalau gak sama dengan apa yang mereka utarakan maka hukumannya akan merasa “dipermalukan” itu. Tapi sodara-sodara, aku nampaknya bukan seperti kebanyakan warga Indonesia, yang terpengaruh efek domino dari teman-teman yang lain, melawan trend itu sebuah hobi yang sulit dijelaskan, intinya gak mau "nyama-nyamain" dengan orang lain. Dulu saja contohnya, orang mati-matian membela Merek HP NO**A itu lebih awet dan tahan rusak dibandingkan merek lain, tapi kenyataannya setiap tempat service HP yang aku kunjungi pada saat itu kebanyakan yang mereka service adalah yang bermerek HP NO**A tersebut. Yang lebih umum lagi dalam hal merokok, kayaknya anak laki-laki kalau belum merokok belum disebut anak laki-laki, padahal nyata-nyatanya anak muda kita sedang mengalami krisis identitas yang turun-temurun dan entah kapan berakhirnya. Ini baru contoh kecil ya broo, contoh mindset yang salah lain masih banyak loh, silahkan di cari sendiri. 

Anak muda, tidak merokok, jalan kaki ke tempat kerja, memakai sepedah, buang sampah pada tempatnya, peduli lingkungan, rajin olah raga, mungkin mayoritasnya hanya ada di negara-negara barat atau eropa yang tingkat pendidikan dan pemahaman nya sudah menjangkau ke arah itu. Nah kita Indonesia? Jauh yahhh.... jangan disamakan ya... karena memang berbeda budaya. Nah terus budaya kita apa? Rajin merokok, nyampah, selingkuh, kredit gak lunas-lunas sampai korupsi... dan sebagainya, itu kah budaya kita. Mending ganti topik deh males bahasnya. So, aku menikmati proses, menghargai dan memberi nilai terhadap proses itu. Berkenalan, mengenali prinsip dan visi hidup satu sama lain adalah importan part before goes to the next level of the relationship. dan itu butuh waktu yang lumayan panjang. syukurlah tidak ada takaran baku untuk memilih pasangan, karena perasaan, hati dan sex appeal itu naluriah dan alamiah keluar sendiri. cantik itu relatif kan, baik juga relatif, fisik itu relatif, sikap juga, maka lebih baik memilih yang "klik" yang "sreg" yang "sehati" sehingga kekurangan kelebihan itu bisa diterima secara sukarela. Begitu juga ketika mengenal bidadari yang “satu” ini. 
Aku menanamkan konsep tersebut hanya karena ingin sekali “get 1 for everlasting”, mendapatkan satu sosok untuk selamanya, bukan untuk dinikahi dan diceraikan dikemudian hari. Maka jika kita arahkan fikiran kita kearah sana akan sulit sekali menemukan sosok ideal tersebut. Ya... salah satu caranya adalah dengan men-treatmen hubungan kita before mariage (sebelum menikah). Tapi guys maksudnya bukan juga puas-puasin berlama-lama pacaran sebelum menikah yah... itu salah besar. Yang aku maksud adalah merawat hubungan, yang namanya merawat kita ibaratkan tanaman ajah deh, butuh tanah yang baik, air yang cukup, suhu yang sesuai, pupuk yang baik, dan sebagainya. Nah inikan kita mau milih/merawat hubungan yang didalamnya ada diri sendiri dan dirinya yang notabene “manusia” loh bukan “tumbuhan” maka butuh lebih dari itu, “perasaan” itu 100% taken a control jadi tau lah maksudnya. 

Waktu ta’aruf itu ibarat malaikat Isorfil dengan sangkakala nya, jika selama kurun waktu ta’aruf tersebut dirasa banyak mudhorotnya, atau banyak egoismenya, atau keras kepala nya, ya sudahlah, malaikat Isrofil meniupkan terompet kiamat sugro pada hubungan kita. 

25 Juni 2014 
Balik ke bidadari, singkat cerita jalan bareng untuk mendapatkan momen yang tepat mengungkapkan perasaan. Prinsip aku yang percaya bahwa “easy get – easy go” bener-bener aku hindari pada hubungan ini. Aku ingin mengenalnya lebih dari dirinya mengenal dirinya sendiri. Sebelum dia menjadi pendamping hidup make sure dia acceptable terhadap kelebihan dan kekurangan aku kelak. Jadinya aku membuka diri selebar-lebarnya mengenai kehidupan pribadi, mencoba mengenal karakter kepribadiannya, kelebihan dan kekurangannya, dan gak cuma tampang dan fisik yang bisa diliat diluarnya saja. 
Kita persiapkan agenda pertemuan sesering mungkin ditengah kesibukan pekerjaan, kita bikin suasana hubungan yang saling membangun dan mendukung satu-sama lain, dan kita berhasil, progres kehidupan kami meningkat dari biasanya, yang tadinya gak punya karir menjadi memiliki karir, yang tadinya karirnya biasa-biasa saja pemasukan kami selalu bertambah, energi saling mensuport satu-sama lain memang tumbuh dan berkembang. Tapi hubungan tidak cukup hanya itu saja “its complicated” broo... pasti di dalam diri kita masing-masing masih terpendam rasa yang tidak terakomodir dengan baik. 
Pernah aku jelaskan Teori Johari Windows yang menjelaskan tentang konsep manusia menilai manusia yang lain. Didapat ada 4 jendela yang diantaranya : 1. Saya dan dia tau, 2. Hanya saya yang tau, 3. Hanya dia yang tau dan saya gak tau, 4. Diantara kita tidak mengetahuinya. Contohnya : pada suatu kesempatan saya pernah bilang bahwa saya kurang suka melihatnya memakai celana Jeans karena wanita berjilbab kurang pas jika di padupadankan dengan celana jeans, lalu dia sadar atas pakaian yang ia kenakan itu memang kurang baik dan membuat risih pasangannya, nah dalam kasus ini maka Johari window berada di no. 2 “hanya saya yang tau” dan setelahnya kita berdua menjadi tau satu-sama lain keinginan kita lalu menjadi Johari Window No. 1. Itu contoh kecil yah broo... contoh lain yang perkaranya rumit juga akan menghasilkan kerumitan juga karena ini maslah hati dan perasaan, rahasia dan karakter pribadi masing-masing. 

 Gak butuh waktu lama memang saling mengenal kelebihan dan kekurangan satu-sama lain karena kita benar-benar saling terbuka, karena visi kita jelas “mencari orang yang tepat”. Buat dia malah cara-cara ku terlalu lama dan membuang banyak waktu. Sedangkan aku yang tegas dengan prinsip aku tersebut masih santai diatas desakan-desakannya untuk cepat mengakhiri masa lajang kita berdua. Kepastian untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi (Pernikahan) selalu ia pertanyakan disela-sela obrolan-obrolan kita. Tapi aku yang butuh waktu lebih dianggapnya sebagai tanda-tanda ketidak seriusan dan hanya untuk main-main saja. Yah.. mungkin semua perempuan sama kali yah, “kepastian” itu ibarat Proklamasi kemerdekaan dalam kehidupannya, serasa ada jaminan hukum dan kebebasan hak dan kewajiban terhadap laki-lakinya. Tapi saat itu adalah masa dimana aku merasa belum mampu menuruti kehendaknya memberikan “kepastian” tersebut. 

11 September 2014 
Keinginannya untuk dibuatkan Surat Cinta aku turuti, tepat ketika ia mengikuti Training di Bogor pada waktu itu sebuah Surat Cinta digital berbentuk video dokumentasi aku buatkan khusus untuknya. Sebuah perjalanan cerita kita berdua dari mulai awal berkenalan sampai saling mengagumi satu sama lain aku representasikan dalam kata-kata berlatar foto-foto kita dengan soundtrack lagu “Bawalah pergi cintaku-Afgan”, ku upload di Youtube chnannel pribadi aku dan hanya dia yang bisa melihatnya. 
Menangis katanya, ketika melihat video tersebut, terharu lebih tepatnya. Yah... jika saja kamu sadar bahwa proses pembentukan rasa itu lebih penting dari segalanya maka kamu akan percaya kekuatan yang ada pada diriku ini lebih besar dari apapun. 

11 Oktober 2014 
Memulai itu tidak seindah ketika mengakhiri, apalagi perkara hati dan perasaan. Kamu ungkapkan apa yang menjadi alasan-alasan kamu selama ini, bahwa “kepastian dan keputusan” adalah dewa yang selama ini kamu tunggu-tunggu, dan sama halnya ketika ada “orang lain” yang telah memberi kepastian itu, seperti menemukan oase di tengah gurun. “buat apa menunggu yang gak jelas” itu kata-kata yang lebih tepatnya. Tetapi anehnya, jika dirinya flashback ke belakang dimana cerita-ceritanya dulu sungguh memilukan bersama laki-laki itu, serasa hal yang aku dengar hari ini sungguh tidak mungkin. Ada seorang cewe yang kembali pada orang yang menyakitinya waktu dulu ditengah dia sedang membina hubungan dengan laki-laki lain “its really amazing”. tapi aku cukup sadar bahwa teori JOHARI WINDOWS sedang berlaku di antara kita 

#theendofthestory 
Hanya satu pesanku bahwa, waktu itu singkat tetapi dengan waktu kamu bisa melihat kualitas kepribadian seseorang dengan hukum alamnya. Jadi ingat Pembina OSIS SMA saya dulu yang bilang bahwa “Kualitas Organisasi itu ditentukan oleh waktu, karena hukum alam akan berlaku bagi orang-orang didalam organisasi tersebut, lambat-laun si manja, si pemalas, si sensitif, si pemarah dan sebagainya secara alamiah akan muncul di dalamnya. Dan ingatlah bahwa membina keluarga juga adalah membina organisasi. 

I Wish You All the Best

Wednesday, January 8, 2014

Film Pendek "I'm Free tobe Whatever I"


“kalau lu gak bisa jadi pohon, jadi aja rumput. Tapi rumput yang gak buat orang kepleset licin saat jalan di tanah”
-jali gojali-

Halo sobat HIDVI, udara bebas yang kini dirasakan membuat atmosfer berkarya dalam diri ini semakin tinggi aja. Bebas tuh maksudnya setelah 4 tahun menempuh pendidikan Sarjana S1 yang cukup menguras waktu dan fikiran kini saatnya “applying what you’ve got” dari apa yang telah kamu pelajari selama ini. Setelah sibuk dan puyeng-puyeng gimana gitu sama tugas-tugas akhir yang bikin waktu dan konsentrasi kita terkuras habis. Tapi alhamdulillah deh semua tantangan yang diberikan bisa terjawab dan terlaksanakan.
Well its time to free tobe whatever are you. Minggu kemaren nekad beli sepedah MTB (mountain bike) dan hari minggu nya langsung di geber ke arah Cibaliung sendirian saja. Try to take a long journey with my Giant MTB, gowes menyusuri jalanan arah Citeureup-Cibaliung dan menikmati udara pantai daerah itu. Pokoknya sejauh mungkin yang saya bisa dan nampaknya ini rute terjauh perdana yang saya lakukan, sampai kram otot paha terjadi berkali-kali. Ma’lum lah karena sebelumnya engga sama sekali geber sepedah jauh-jauh sendirian pula, and look what I can do baby, I found the harmony of nature, reaching the amazing beach with so many shell spreading on the sand. Untung perlengkapan dokumentasi dibawa semua yang akhirnya muncul ide untuk bikin film pendek yang bertemakan “Kebebasan”
Ide yang keluar sih simple karena momen nya sih merayakan kebebasan “celebrate the freedom from the educational pressure”, apa maksudnya? Maksudnya tuh merayakan kebebasan dari tekanan yang terjadi selama kuliah. Sebenarnya selama kuliah gak tertekan juga sih, tapi tetep yah namanya belajar dan menuntut ilmu itu ada target dan beban yang harus di pikul, butuh waktu dan fikiran itu tadi untuk “concetrate to that duties”. Dan pokoknya saya sudah lulus...



Keranjingan dengerin lagu "Whatever" miliknya OASIS yang dijadiin Advertisement Soundtrack nya Cocca Colla yang bertema “reason to believe” yang sering kita denger di televisi beberapa tahun kemaren, membuat saya terinspirasi dari isi lagunya yang kurang lebih seperti ini liriknya:

I’m free tobe whatever I
What ever I choose and I’ll sing the blues if I want
I’m free say whatever I
Whatever I like its wrong or right is alright

Always seem to me
You only see what people want you to see
How long its gonna be
Before we get on the bus
And cause no fuss
Get a grip on yourself
It don’t cost much

Intinya artinya tuh “bebas” mau ngapain aja, mau jadi apa aja, terserah heheuu...
Setelah punya ide bertemakan kebebasan tersebut, dilanjut proses ngambil gambar video yang kebetulan saya sendir yang jadi kameramennya, pemerannya, pengisis suaranya dan editor videonya. Yahh namanya juga video amatir ya begitulah, yang penting tuh “how to realize your idea”
Proses “take” yang hanya dilakukan sendiri memang harus pake trik, walau repot tapi saya menikmati itu. Kalau tehniknya sih udah faham betul, secara udah belajar dengan baik dan benar sebelumnya. Kayak semisal, long shot, medium sama extrem tuh dipake di film ini. Semuanya ingin membangun video yang dinamis dan bisa merepresentasikan pesan dari video ini.
Kemudian ada prolog yang saya susun sendiri tentang konsep kebebasan, sudut pandang kebebasan dari diri saya sendiri, dan pesan yang ingin disampaikan. Dilanjutkan dengan monolog dan pesan penutup. Untuk sebagian orang mungkin sulit dimengerti, karena gaya bahasa yang dipakai adalah khiasan yang mewakili maksud utamanya, seperti berikut ini,
1.     “kalo lu pikir jadi orang itu susah, lu harus ngaca, rumput aja yang gak diurus bisa tumbuh, banyak ngasih manfaat buat kita”
2.       “Lu liat deh semut, kecil, item, idup lagi.. hehe...  tapi hebat mereka bisa bangun istana”
3.      “Tapi kalo lu gak bisa jadi pohon, jadi aja rumput, rumput yang buat orang gak kepleset licin saat jalan di tanah”
4.      “Kata orang dulu bilang bumi itu rata, dan good news buat lu men bumi itu bulat, siap-siap nunggu giliran lu muter ke atas”
5.      “Orang jenius bilang laut itu lebih luas dibandingkan darat, tadinya gue gak yakin, tapi pas gue liat google eart bener juga, laut itu lebih luas dibandingkan daratan bro, lu bebas nyari apa aja disini termasuk nyari kebebasan itu sendiri”
6.       “I’m free tobe what ever I”

Maksud/artinya seperti ini:
1.   Semua orang memiliki hak yang sama terhadap hidup, orang gila aja yang terlantar dijalanan masih punya hak untuk diperlakukan sebagai manusia waras. hidup itu harusnya penuh syukur dan senantiasa berguna bagi orang lain, karena dengan seperti itulah kita bisa bertahan hidup.
2.    Liat deh hal-hal kecil yang membuat orang-orang menjadi besar, hal sepele kadang menginspirasi orang dan menjadikannya besar. Tumpukan sampah yang menjadi berkah misalnya sudah banyak orang yang kaya karena nya, tetapi tentu dengan tekad dan kemauan yang harus ada dalam diri kamu.
3.     Tapi kalo gak bisa atau belum bisa jadi orang yang besar, jadi aja orang kecil atau orang sederhana yang gak nyusahin orang, dan se-engganya harus punya manfaat bagi orang-orang sekitarnya. Entah apa yang kamu bisa lakukan, lakukanlah walau Cuma sesederhana yang kamu bisa.
4.     Kita itu di dididk untuk tunduk pada aturan-aturan ortodok yang turun temurun, yang kadang membuat kita gak bisa liat kesempatan dan sulit belajar dan beradaptasi dengan raelita yang ada. Padahal kabar gembiranya bahwa semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk bergerak keatas dan menjadi yang terbaik.
5.    Kita itu masih sulit percaya dengan teori dan jarang mengacu pada ilmu pengetahuan atau penelitian orang-orang terpelajar. Karenanya fikiran kita tertutup dan terbatas pada apa yang kita rasa dan kita lihat saja, padahal diluar sana banyak hal yang membuat kesempatamn kamu terbuka lebar yang membangkitkan inspirasi kamu untuk menjadi lebih baik lagi.
6.    “saya bebas untuk menjadi apa saja”

Sebenarnya secara estetika, sebuah film itu biar penonton yang mengartikannya sendiri, karena sifatnya yang bisa memunculkan berbagai kesimpulan yang mungkin berbeda untuk setiap orang.

Setelah saya posting film pendek tersebut di dinding facebook pribadi, banyak komen yang bilang gak ngerti atau gak nyambung. Padahal nilai seni film itu tidak terbatas pada kata-kata yang mudah di cerna saja, tapi harus penuh nilai imajinasi yang setiap orang memiliki kualitas imajinasinya masing-masing. Tapi guys thanks for coment nya yah... it shown me that any people care about it.

Tunggu film pendek selanjutnya. Cita-citanya sih pengen bikin yang science fiction gitu, kan jarang tuh film indo yang sci-fi, mudah-mudahan tahun depan tercapai amin....

#theendofthestory
“Bumi itu bulat dan senantiasa selalu berputar, siapin diri ya bro agar lu bisa ada di atas dan siapin juga agar bisa bertahan tetap diatas”
-jali gojali-



Tuesday, October 8, 2013

KISAH DIBALIK WISUDA UT PUSAT

#jalshidroxyflashbackandflashforwardstoryminded
Teman, apa kabarmu. Membuka album kita dulu aku cukup terharu. Entah energi dari mana kita bisa bertemu, membagi kisah dan cerita. Alam memang men-set kita untuk itu, menyeret kita pada satu waktu yang kita tak pernah mengiranya, memberikan kita kesempatan mengenal, berbincang saling bertukar ide dan fikiran...

@oscarharis , masalah kita sama waktu itu "mencari teman". Sulit awalnya berkenalan dengan anda, jaim kita luar biasa, masihkah anda memanggil "pak" pada saya? :-D sekarang sih "elo-gua" dan kita sibuk luar biasa, pengacara lebih tepatnya "gua". anak Medan vs anak Banten Pinggiran emang bedanya jauh, apalagi kalo dengar cerita Mama kau tentang karir selebritis kau dulu, very inspiring and blowing up my mind.... oh... jadi sempet jadi artis jg ni anak, percaya-percaya... secara News Anchor-nya BTV... well thanks for mokachino ice bubble depan indomaret nya ya bro, itu kayak wellcome drink nya persahabatan kita... heheuu... kiding.... 5 jam adalah waktu yang lama banget waktu itu "emang", so berlama-lama di Serang (baca: Kota Serang) adalah cara terbaik sebelum go to Jegardah pada malam harinya. Woy Banten Fair at alun-alun Barat Kota Serang is a fair reason to spending time, akhirnya kita memutuskan untuk menonton, buat dia lebih tepat nya reunian secara anak-anak konkow nya pada jaga stand di sana. well, well, well siap-siap aja jadi kambing yang kupingnya bernanah di tengah hiruk-pikuk Banten Fair. Bagi saya ini pertama kali ke Banten Fair, gak beda sama fair-fair yang lain isinya ya pameran, ada yang non-profit dan tentu ada juga yang profit oriented milik swasta biasanya. Stand pemerintah banyak ngasih dorprize lumayan menarik buat kita rela ngantri panjang kayak stand miliknya Depkominfo Prov. Banten, hanya ngisi buku tamu kita udah dapet kalender dan ambil kupon yang pasti menang buku minimalnya dan HP maksimalnya. ahirnya temen baru gw itu ketemu juga sama konkownya, untungnya dia ngerti gw anak baru disitu "japer" jg dia.

Keliling Banten Fair bosen juga, karena gada yang baru menurut kita yang bisa mengalihkan perhatian, 2 jam cukuplah buat cuci mata plus foto-foto di backdrop nya Banten Fair... hehee... ahirnya Pak Oscar mutusin buat balik duluan karna ada kepentingan pribadi, okey... its time to exploring Banten Fair more deeper by my self, coba-coba ikutan dapetin dorprize juga di stand nya Jasamarga Prov. Banten. Suruh ngisi kuisioner dan FC KTP buat diundi katanya... untung stok foto copy KTP banyak banget di dompet... hahaa... 5 pertanyaan essay dilahap habis secara cepat, alias di isi "tidak tau" haha... "bapak lusa kesini lagi ya, karena kami akan undi lusa nanti" lah... kan lusa pasti gak bisa dateng karena ada di Jakarta, whatever lah... udah terlanjur alias percuma ikutan kan niat nya juga spending time. Stand Perpusda kayaknya ada yang beda tuh, selain udah kaya Alumninya Pusda, panggilan hati itu selalu ada saja kalo udah liat buku-buku namprak.., dan wait, wait, broo... buku bersejarah yang udah lama gw cari-cari ada di situ,

Babad Banten nya Claude Guillot (terjemahan Indonesia) sengaja di pamerkan juga. Dulu butuh banget buku ini, ketika bikin film dokumenter pertama tentang situs megalitik Batu Goong di gunung Pulosari-Pandeglang Banten check it out http://www.youtube.com/watch?v=0rCcE35hNqA?. Gak kerasa waktu lewat gitu aja, lupa kalau jam 5 harus udah ada di busnya Serang-Jakarta untuk menyerahkan berkas konfirmasi wisuda ke UT Pusat esoknya. 

 #roadtograduationday
Reservasi wisuda 3 hari butuh perjuangan kontek sana sini, kirim berkas, dan yang paling mengkhawatirkan adalah gak kebagian penginapan... oh my friend so sory. Dan ahirnya Pak Oskar call me in a couple week. dia mengabarkan ada cara yang lain dapet penginapan, dan bereslah urusan reservasi. Di tengah kesibukan pekerjaan kita terus keep contact, 4 tahun kuliah itu kayak naik pesawat Jakarta - Bali / Bali - Jakarta, jauh tapi gak kerasa nyampe nya, dan finally its the day bro, we are graduated. Actually temen kita banyak yg belum lulus, dan yang lulus pun belum tentu dapat undangan Wisuda di UTCC. Cuma beberapa dari UPBJJ Serang yang dapet undangan "wisuda gratis" hehe... apaan tuh wisuda gratis... aturan sistem pembiayaan seluruh Universitas Negeri tahun 2012 se Indonesia memberlakukan biaya semester sudah termasuk biaya wisuda nantinya alias gratis biaya wisuda termasuk toga, but itu balik ke otonomi kampus masing-masing kok, I don't know exactly, yang jelas "kita" terpilih dan dapet undangan wisuda gratis yang katanya berdasarkan urutan IPK tertinggi yang bisa wisuda di UT Pusat.

#roadtograduationday Day 1st 
Check in peserta, Wisudawan se Indonesia kumpul di Bagian pendaftaran ulang pagi itu sekitar jam 10an. Se-Indonesia kurang lebih ada 2000 peserta dari berbagai jurusan yang ikut wisuda periode ini. IKA UT melambaikan tangannya kearah ku. "silahkan pak isi data dulu disini" bla, bla, bla.... sedangkan Om Oscar sudah duluan ngelewatin proses ini, gak penting katanya "emang". Beres daftar ulang tinggal ngambil toga, udah siapin uang buat bayar toga, tapi beneran loh ini gratis horrrraaayyy.... petugasnya cuma nanya Fakultas apa pak? ukurannya?.... jurusan FISIP Komunikasi XL, ternyata berkerah oranye, silver untuk FEKON, ungu untuk FKIP itu yang saya tahu, udah deh tinggal ambil, dan ini bukan dipinjamkan tapi beneran milik kita alias di kasih. "mari pak saya antar ke penginapan" saya dan Oscar di antar ke salah satu rumah yang sudah di siapkan. Besar dan nyaman itu yang saya rasakan. Ternyata Ibunya Pak Oscar sudah duluan di sana dan teman lain dari Kota Serang. 

@ehajulaeha anak Ekonomi vs 2 anak komunikasi 
Emang dasar sudah sarjana kali yah heheuuu... apa aja yang di obrolin selalu nyambung dan klop, debat kusir itu cuma buat anggota DPR yang ngurusin politik, buat kami yang calon sarjana menghargai pendapat satu sama lain is the important thing, akhirnya kita really connected each other gada ujungnya hahaaa.... actually anak-anak UT itu smart-smart sumpah.... berani di adu argumen ilmiahnya. secara kita belajar di dua alam sekaligus, di teori dan di kehidupan rill kita masing-masing. Di UT gada anak mamih atau anak papih, kita bayar uang kuliah dengan uang sendiri, belajar motivasi sendiri, mau pinter atau bodoh urusan sendiri. Mandiri itu udah pasti, mulai dari nentuin mau pilih mata kuliah apa yg mau diambil semester ini sampai waktu ujian harus ngingetin sendiri. ga bakalan ada yang ngingetin, karena sistem nya yang buat kita kayak gitu, kalo gak ngikutin alurnya ya udah pasti 10 tahun gak lulus-lulus.... hehehuuu. Eha itu cumlaud nya anak ekonomi alias pemilik IPK tertinggi di angkatannya, dapet beasiswa berkali-kali alias kuliahnya hampir gratis, pantesan aja dia di undang di acara wisuda UT PUSAT. Anaknya ketaun cerdas dari caranya berinteraksi sama orang, secara gw anak komunikasi tau lah karakteristik orang dari gaya bicaranya, wawasan nya luas seluas angkasa :-D , fikirannya very open mind, pokoknya kalo mahasiswa UT kayak dia semua pastilah kuliahnya gak bakal lama-lama. 

 Karena siang ini kita gak dikasih makan, jadwal makan akan di kasih malam harinya, aku dan Eha nyari makan di luar, cukup jauh ternyata ke tempat jualan makan, sampai akhirnya kita mutusin di kedai Bakmi. Gak butuh waktu lama 2 porsi Bakmi sudah siap di meja untuk di santap. Gila itu bakmi entah emang rasanya yang amajing atau karena pelet si tukang bakmi agar pelanggannya merasakan bakmi yang begitu delicious di lidah, pokoknya rasa bakmie nya cucok morokocodot kalo kata Syahrini bilang. sampe-sampe jadi bahasan kita pas perjalanan pulang. First time di UT Pusat berasa keliling dunia pake jalan kaki, jauh-jauh banget tapi mengasyikkan, luasnya gak ketulungan, untung temen gw Eha bukan anak mamih yang gampang merengek kecapean. Dia kayak yang udah faham banget filosofi jalan kaki tuh seperti apa, jadinya yang ada kita gak ngerasa capek sama sekali.
- Kedai Bakmi ke ATM UT (Pintu Gerbang Utama) kurang lebih 1 kilometer 
- ATM ke UTCC kurang lebih 1 kilometer 
- UTCC ke Danau UT kurang lebih 1 kilometer 
- Danau UT - Penginapan 3 kilometer. 
kurang lebihnya seperti itu. tapi pas pulang, kita lewat shortcut kok jadi hemat jarak juga....

Kita foto-foto didepan tugu logo UT, danau nya juga ajip banget buat mojok,ups.... hehee... lagian pas kita kesana masih pada sepi gada orang plus udaranya sejuk banget, jadi bisa bebas berekspresi di depan kamera. Jam 4 sore baru nyampe penginapan, langsung rebahan puas sudah keliling UT. 

Kini giliran Oscar yang tergoda cerita kita tentang kawasan UT. gak lama ia ajak ibunya ikut keliling UT juga. Magrib tiba, azan pun berkumandang, tapi Oscar belum juga kembali, fikir kita mungkin mereka sambil cari makan malam, dan positif thinking aja. Udah gelap banget di luar, hampir menjelang Isya, makan malam pun udah dateng, tapi mereka belum kembali juga, ada yang gak beres ini. Tak lama HP ku bunyi, Oscar dan ibunya ga tau jalan pulang, nada ngomongnya panik banget.... mana udah gelap lagi, Percakapan aku lempar ke penjaga penginapan, biar dia yang bimbing arahnya, lagian nanya ke gw, sama aja gak tau. Akhirnya datang juga tuh Ibu dan anak... 

#roadtograduationday Day 2nd 
Seminar akan di mulai jam 8 pagi nyantai tapi serius kita udah ada di deretan kursi di dalam UTCC di antara calon wisudawan lain se Indonesia. mayoritas usia mereka di atas 35th dan berprofesi sebagai Guru paling banyak yang akan di wisuda setiap periodenya. Sebelum sesi seminar ada sesi tanya jawab mengenai UT, kesan-kesan selama kuliah, dan serba-serbi.

Ngantuk sih engga karena semuanya menarik menurutku. apalagi di hadiri Ibu Ratu Pendidikan Jarak Jauh, Ibu Tian Belawati yang cantik mempesona.... heheu.... bergantian Mahasiswa, mahasiswi yang baru pertama kalinya melihat Rektornya secara langsung itu mengajukan berbagai pertanyaan. Ada yang berkeluh kesah, ada yang bangga banget bisa kuliah di UT, ada kritik dan saran, macem-macem deh... ma'lum mahasiswanya boleh dibilang setingkat profesor semua alias Expert Student yang berpengalaman dibidang pekerjaannya masing-masing. Ada juga yang baru lulus selama 10 tahun kuliah.... nah loh apa gw bilang, kebukti kan, yah begitulah adanya. Sistem liberal UT emang membebaskan mahasiswanya untuk lulus kapan saja, belajar kapan saja dan dimana saja, terserah elo-elo pada, tapi make sure kita bertiga gak begitu, semangat anak muda yang lagi fresh-fresh nya mikir dan bekerja bikin kita lulus tepat waktu. 

Bu Tian cerdas menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan mahasiswanya. Jebolan S2 di Simon Fraser University Kanada ini adalah wanita bersosok tegas dan smart, gak salah beliau terpilih sebagai Presiden ICDE Asia periode 2012-2015, dua jempol deh buat bu Rektor. 

Well... time to Seminary session, Kalo gak salah seminarnya ngebahas soal dampak pembangunan terhadap lingkungan, pembicaranya dari Profesor UI. Gak jauh deh bahasannya mengenai limbah manusia, Industri dan pemanasan global. ngantuk-ngantuk dikit melanda sampai ahirnya sang profesor ngasih tugas untuk memikirkan hal yang paling berdampak merusak lingkungan di lingkungan anda, kepikiran untuk mengangkat PLTU 2 Labuan Banten dan dampaknya bagi lingkungan. yang siap silahkan berdiri dan mengajukan pertanyaan, tapi ah males karena kurang tertarik pada seminar lingkungan sebenarnya, coba kalo berhubungan dengan teknologi komunikasi pasti tu mata melotot 100 watt, secara Karya Ilmiah kemaren gak jauh dari teknologi. Seperti biasa tanya jawab berhadiah souvenir selalu ada di setiap sesinya.


Istirahat makan siang selesai dilanjut acara GR (baca ji-ar bukan ge-er) Gladi Resik buat wisuda besok pun di mulai. Antusias nya para calon sarjana ini ikut setiap arahan panitia sehingga GR pun berjalan lancar. Yang menarik adanya audisi pemilihan pembaca ucapan terima kasih dan sumpah janji wisudawan di lakukan. sejumlah orang maju ke depan untuk di seleksi kelantangan suaranya. tingkah lucu peserta audisi membuat kami terhibur sampai akhirnya GR pun selesai dan dilanjutkan dengan hiburan-hiburan. Mulai deh pak Gorchi si pembawa acara nampilin slide show yang nunjukin Dude Herlino juga mahasiswa UT, hehehe.... apaan sih... intinya buat motivate kita sih, but guys... I proud before it. kemudian ibu Ani Yudhoyono, yang baru tau mungkin planga-plongo aja liat slidenya, tag line nya We Proud tobe UT 'er. Then, akhirnya selesai juga... back to penginapan. Jadi private photographernya Mr. Oscar Haris sepanjang jalan menuju penginapan, hehee sore tapi seru. background gedung-gedung tinggi UT, gedung fakultas FISIP, Perpustakaan, Wisma, Tugu UT. Terrruuussss bang Oscar this is the right moment to be an UT model as much as possible, berharap foto kita bisa tampil di cover depan majalah Komunika (Buletin mingguan UT) hahahaa.... kalo Mba Eha duluan balik udah gak kuat liat gaya kita berdua yang narsisme-nya sedang kambuh sore itu... hahaa...

Malam ini, malam terakhir bagi kita, untuk melepaskan semua rindu di dada. #dangdutisthemusicofmycountry 

Sesi makan malam di penginapan di manfaatin buat kita untuk berakrab ria. Diskusi ilmiah di meja makan sampai mengakrabkan diri saling terbuka satu sama lain, its realy quality time for us, apalagi Ibu nya Mas Oscar udah kayak ibu kita sendiri. eh, eh, eh... sudah, sudah, sudah... tidur sana. Jam 22.30 gada ngantuknya padahal besok tuh jam 5 pagi harus sudah standby. Kepaksa tidur alias dipaksakan tidur demi hari esok yang lebih pagi bangunnya. 

#graduationday 
Prepare alias dandan ke acara spesial itu emang gak ribet-ribet amat buat cowo, but Mba Eha udah ngatri di rias dari jam 4 Subuh di salah satu tempat, bukan riasnya yang lama tapi nunggu antriannya yang banget... jam 5.30 tuh udah kayak Secaba Polri yang di bangunin pake priwit komandan untuk buru-buru berbaris di lapangan dengan segala apapun kondisinya. Dan mulailah para wisudawan, wisudawati kasak-kusuk nyiapin penampilan yang terbaik mereka. Buat cowo cukup celana panjang hitam dan kemeja putih plus dasi standarnya orang wisudaan, tak lupa jubah kebesaran yang berwarna hitam dan topi nya alias Toga udah pasti wajibun warobun gofur (apaan sih)....hahaha... daan.... akhirnya Tringgggg....... 

#graduationday #UTCC 
Wow, a moment of a life time itu akhirnya terjadi juga. Oscar yang mulai sadar dirinya terlihat lebih chubby ketika pake toga sesekali mengatur-atur topi toga nya gak henti-henti. keluarga besar pun spesial datang untuk menghadiri acara wisuda, Ibu, Bapak, Teteh, kaka, ipar, keponakan, angkut deh semua tuh rombongan, yang sayangnya mereka gak bisa masuk gedung UTCC tapi menunggu di tribun tamu undangan dan cuma bisa nonton di Giant Screen. Standar peraturan wisuda UT menurut aku paling tertib sejagat dunia akherat. pernah menghadiri acara wisuda Universitas lain yang waktu dan tata caranya melar-melar, beda banget sama yang aku rasain sekarang. Jam 5.30 daftar ulang pertama di meja koordinator, jam 6.00 daftar ulang kedua plus pengecekan peserta, jam 6.30 daftar ulang final peserta, setelah itu mohon maaf peserta wisuda yang kesiangan anda akan berpisah dengan teman-teman kelompok anda. Aku dan Oscar kita satu jurusan bersama wisudawan lain dari Jakarta masuk barisan kelompok 6, sedangkan Eha karena kita beda jurusan terpaksa terpisah kelompoknya.


Barisan kelompok 6 nampaknya jurusan Komunikasi semua. Ada Ibu aktifis Sosial didepan saya (lupa namanya) yang baru diwisuda juga, baris ke 2 saya, ke 3 Oscar dan entah ke belakangnya masih ada sekitar 27 orang lagi. Meluangkan foto-foto ditengah menunggu masuk gedung UTCC nan megah tidak menghiraukan himbauan untuk berhenti berfoto-foto ria yang terus di umumkan oleh panitia Wisuda... heheu... Pastikan anda tidak membawa benda yang berbahaya, tas, alat elektronik dan atau alat komunikasi yang aktif ke ruang Wisuda, atau anda akan di stop dan sementara dirampas. dan terpaksa Canon S3 IS ku gak bisa masuk ruang wisuda karena ukurannya yang gak bisa masuk kantong, cuma HP yang di silent sebagai alat dokumentasi di dalam nanti yang pada ahirnya tidak cukup berguna untuk dipakai. Jeng.. jeng... entah setingan dari mana kelompok 6 berkesempatan untuk yang pertama memasuki UTCC, pengaturan setiap barisan bersinkronasi dengan baris kursi yang berada di dalam gedung membuat saya dan Oscar berada tepat di barisan kursi paling depan - tengah gedung UTCC , gak nyangkanya aku nyaris lurus berhadapan dengan kursi kebesaran Ibu Ratu Pendidikan Jarak Jauh Ibu Tian Belawati sebagai Rektor Utama... ck... ck... ck... PeWe tingkat International nehhh.... Sambil menunggu acara dimulai, narsis dikit sembunyi-sembunyi boleh lah. Dikeluarkanlah HP berkamera standar tersebut dari balik toga.


Gak berani foto terang-terangan karena sudah pasti larangan panitia jelas sekali. Untuk ke sekian kalinya kita merasa chubby banget di foto pake toga... hahaaa... intinya Peraturan wisuda UT very amajing menurut ku, well place, well set, well atmosphere, well system, well process, sehingga baru kali ini merasakan moment yang bener-bener khidmat tingkat dewa.


Cukup lama menunggu akhirnya acara di mulai juga. Tim Paduan suara Gita Universitas Terbuka, berkicau melantuntan suara merdunya. 

Prosesi wisuda dimulai, mirip seperti iringan Tetua adat romawi kuno dihadirkan satu persatu, memegang tongkat kebesarannya dengan jubah kebesarnnya pula, bedanya kalung-kalung mereka seperti atau sejenis logam ringan yang di embos logo-logo kebesaran UT. Tak lama muncul lah sang Ketua suku, Ibu Ratu Tian Belawati menempati kursi kebesarannya dan nyaris lurus di depan ku... hahaa.... gilla Bu Tian charming banget sumpah, disusul Pembantu Rektor I, II, III dst... entah sampai berapa purek pastinya saking banyaknya... mereka mengisi kursi-kursi kebesarannya masing-masing. Sampai kemudian, merinding menyanyikan lagu Indonesia Raya, bersama 2000 wisudawan se-Indonesia. Bergantian wajah-wajah penuh keharuan tertangkap kamera sedang menyanyikan Lagu Indonesia Raya di Giant Screen sudut gedung UTCC, jelas ngejeblag banget layar segede gaban tersebut bagi yang posisinya paling depan. Tapi ohh... walaupun kami paling depan entah kenapa kami belum pernah tersorot mata kamera.... hahaha ngarep... tapi pastinya kami bakal terekam satu- persatu, karena akan dipanggil dan bersalaman dengan Ibu rektor ke depan. 

 Sesuai tata laku kebiasaan wisuda lagu kebangsaan kaum terpelajar Gaudeamus Igitur pun di kumandangkan, yang saya tau liriknya seperti ini, 
"godeamus igitur, juvenedum sumus 2x, 
pos molestram senektutem, pos jukundam juventutem, 
nos habebit huuumuuusss... 
vivan akademia, vivan profesores 2x 
neneh... nenehh... quoo libe 2x 
nos habebit huuumuuusss" 2x 

(aduh permirsahhh, maaf yah kalo ngaco nyanyinya) kurang lebih seperti itu 
Nb: Lirik yang bener ada di mbah Google. 

Yang jelas diiringi dentingan piano mellow, sempet sedih juga dengernya, sedih karena gak ngerti artinya.... haheuuuu.... 

Saatnya acara penyerahan Ijazah dan acara salam selamat bersama Ibu rektor. Sebelumnya petugas sudah mengatur antrian penerima Ijazah di belakang kursi peserta wisuda melingkar menuju podium utama. Semuanya tertib dan lancar. Dimulai oleh barisan gelar S2 Magister Manajemen, lalu FEKON dimana temen kita Eha ada disana, FMIPA, kemudian baru deh FISIP, disusul FKIP terakhir paling banyak pula. Terbayang tangan bu Tian Belawati bersalaman dengan 2000 wisudawan secara bergantian kasian juga yah, ehhhh ternyata gantian sama Purek nya, pun diselingi lagu-lagu daerah oleh Gita UT untuk istirahat sejenak. Satu persatu nama kami di panggil oleh MC khusus wisuda, menghampiri para rektor untuk bersalaman dan di foto sebagai kenangan, lalu terus kembali ke tempat semula. Semenjak itu kita resmi menyandang gelar akdemis, MM bagi yang sarjana S2, SE untuk sarjana Ekonomi, S.Si untuk sarjana MIPA, S.Sos untuk sarjana ilmu sosial, S.Ikom untuk sarjana Ilmu Komunikasi, S.Pd untuk sarjana Pendidikan Umum, dan S.Pd.SD khusus untuk sarjana Pendidikan SD. 
Wuftt perjuangan 4 tahun terjawab sudah, ini bukan yang kita kejar sebenarnya, tapi ini sebab akibat dari usaha positif kita selama ini. Ini juga bukan akhir dari proses pembelajaran, tapi ini adalah awal perjuangan yang lebih menantang. Tak lupa ibu rektor mengundang kami kembali untuk menjadi mahasiswa lagi di sini... appphaaa???#*^%)*&^# maksudnya menjadi mahasiswa S2 di tempat yang ia pimpin tersebut... ohh.. kirain... (Amin ya robbal alamin bu Rektor do'ain aja kita see you again in a higher grade yahhh) 

Tepat jam 12.30 ditutup oleh MC Kocak pak Gorchi menyanyinyak sebuah lagu Jodoh Pasti Bertemu miliknya Afgan Syahreza, beliau nyuruh kita juga nyanyi bersama, menampilkan slide show flash back kegiatan kita selama proses menuju wisuda di giant screen nya UTCC, lucu dan menghibur, very unforgetable momment, sampai akhirnya kami dipersilahkan untuk meninggalkan tempat wisuda secara tertib. Suasana gemuruh tepuk tangan dan sorakan 2000 wisudawan mengakhiri acara wisuda pada siang itu. Perasaan campur aduk melanda ketika keluar dan menghampiri ibu dan bapak yang berada di tribun tamu undangan, memeluk mereka erat penuh syukur, bahagia mereka bisa hadir ditengah moment gembira ini. Oscar yang juga bersama Ibunya ikut gabung foto bersama saat itu. Tak lama Eha datang bersama keluraganya pula, saling berkenalan dan bersalaman satu sama lain. Oh.. god its really beutiful momment. 

Its time to... "Narsis" level paripurna, berjejer bersama keluarga memakai baju toga dan plakat wisuda, bersama sohib Tamy and Cici yang hadir juga saat itu, dan tak lupa trio wisudawan dari UPBJJ Serang wajib banget ada di headline nya masing-masing profil sos-net. Berpose dengan pede dan bangga sebagai bukti kita telah melewati proses demi proses transisi pemikiran dan kedewasaan yang legal di lembaga pendidikan ini. Sayangnya plakat ku aku titipkan pada keluarga, jadi difoto itu aku gak pegang plakatnya. 


Well teman nampaknya kita harus kembali pada keluarga kita masing-masing yang juga sedang celebrate our graduation momment. Huft... perasaan campur aduk banget ketika sadar kita harus berpisah, memendam kenangan yang pasti gak bakal kelupa seumur hidup kita. Sampai jumpa teman, met kembali ke aktifitas kita masing-masing, semoga sukses menyertai kita selama-lamanya.


#theendofthestory 
Entah energi dari mana kita dikumpulkan dalam satu waktu dan tempat yang sama, tak lain adalah energi alam yang maha besar yang memilih kita satu persatu untuk dipertemukan dan untuk saling mengenal. "Jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing, ingatlah hari ini" (Project Pop- Ingatlah hari ini) towel Facebook: @chi.nong.54, @oscar.haris.581 @jali.gojali *Banyak missing story dalam cerita ini, atau mungkin hal-hal yang gak tercover bagian-bagian tertentu tanpa berniat untuk mengalihkan cerita dari kenyataan yang ada.

Thursday, February 16, 2012

DARI ARSITEK SAMPAI TIM KREATIF

“jika belum bisa, jangan sampai semangat belajarmu hilang, karena dari belajarlah diketahui apa yang menyebabkanmu belum menguasainya”
-jali gojali-

Keinginan untuk bekerja sesuai dengan rasa ketertarikan kita memang menjadi cita-cita dari kecil. Dulu pas umur 9 tahun kalau ditanya cita-citanya apa, jawabannya ingin jadi arsitek. Karena waktu kecil tuh rajin gambar rumah yang belakangnya ada dua gunung dimana ditengah-tengah dua gunung itu ada matahari yang “nyebul”, dikasih mata dan dikasih garis-garis sinar. Heheu... gak sama kaya yang lain yang kalau ditanya cita-citanya jadi apa, pasti jawabannya jadi dokter atau jadi presiden. Sampai masa SMA pun hati ini “kekeuh-sumekeuh” pengen jadi Arsitek walau gambarnya amburadul dan jarang-jarang lagi bikin gambar-gambar rumah. Tapi guys passion itu tercipta karena kita ngerasa kita nyaman dan asyik mengerjakannya, sesulit apapun pekerjaannya kalau kita suka pada pekerjaan itu tentu ujungnya bakal kita kerjain dan selesai. 



Kelas 3 SMA (2004) akhirnya ada yang mengalihkan perhatian saya dari sekedar ingin jadi arsitek, berubah ingin menjadi ahli di bidang komputer.
Hal itu berawal dari suatu hari dimana pada saat praktikum Internet di sebuah lab komputer di lakukan. Kala itu pak Inti Zamsolih guru saya menerangkan tentang bagaimana cara membuat e-mail yahoo dan dasar-dasar browsing internet dengan membuka situs kompas.com, sampai akhirnya semangat untuk tau lebih lanjut tentang teknologi ini saya terus lakukan.

Energi kuat dan usaha-usaha yang keras saya lakukan dalam mempelajari komputer ini. Saya sangat tertarik pada internet dimana saat itu di daerah saya belum banyak akses internet seperti sekarang. Saya paling rajin kalau ada praktikum komputer, berakrab ria sama guru komputer dan selalu aktif kalau diskusi soal komputer. Rajin membeli majalah “Komputer Aktif” yang sangat ngetren pada saat itu, sampai instal-instal program gak jelas di lab komputer sekolah semakin buat saya yakin menentukan pilihan kuliah di jurusan Tehnik Infomatika di salah satu Akademi di kota Serang. Walaupun gak sampai tuntas, cukup kiranya meberikan pada saya dasar-dasar komputer yang sangat bermanfaat sampai sekarang.

Walau sudah putus kuliah pada saat itu, belajar secara otodidak terus dilakukan, sambilan panggilan servis komputer milik teman atau sekedar berbagi saran dan instalasi program/game di komputer teman, membuat aktifitas ini selain mengembangkan kemampuan juga mendatangkan pemasukan yang lumayan.

Masuk dalam dunia komputer serasa menemukan kehidupan baru yang sangat cerah bagi saya, menurut saya komputer itu perangkat masa depan yang akan terus berkembang dan terus dibutuhkan banyak orang. Selalu ingin terus belajar dan belajar membuat saya memiliki pemahaman yang jelas antara Software dan Hardware serta teknologi internet yang semakin hari kian canggih. Lebih dari itu teknologi perangkat telepon genggam juga menambah ketertarikan saya terhadap teknologi komputer. Apalagi kedua perangkat itu memiliki interkonektifitas yang saling menunjang satu sama lain. Teknologi pun terus berkembang, nampaknya sekarang waktunya beralih ke dunia Internet. Keranjingan browsing bukan malah bikin saya bosan, tapi malah semakin tertantang menemukan hal-hal yang lain lagi. Hobi saya kini adalah browsing, chating, download, instal program, bikin situs, blog dan email. Sam hal nya dengan perangkat mobile telepon genggam yang saya punya yang kebetulan bisa juga saya gunakan untuk berselancar didunia maya walau masih berkemampuan standar dan terbatas untuk membuka situs-situs mobile.  

Hobi ini pun terus berlanjut sampai menemukan situs jejaring sosial yang fenomenal saat itu friendster (2005-2008) yang lagi trend di kalangan anak pelajar dan mahasiswa, situs ini terkenal dengan jargon "testimoni" nya dimana setiap teman memberikan sebuah testimoni terhadap diri kita, sehingga kita bisa tau penilaian teman itu seperti apa. Disusul pada Maret 2009, saya membuat akun facebook dan dimulailah era sosial media yang pesat sampai sekarang. Juga saya masih ingat sekali ketika sebelum facebook ada saya bergabung di komunitas Opera dengan sebutan MyOpera yang intinya sama sih untuk bergaul dan berteman di dunia maya. Sampai sekarang ini banyak bermunculan situs jejaring sosial semisal Twitter, path, instagram dan kawan-kawannya. Khusus untuk video ada Youtube, dailymotion dan kawan-kawannya. Dipastikan saya punya akun disetiap situs tersebut. Khususnya di channel youtube saya memiliki 3 akun channel yang ketiganya aktif dan video yang di upload nya pun lumayan banyak.



Di tahun 2009 saya memutuskan memulai kuliah lagi tapi bukan di bidang teknologi komputer. Saya lebih tertarik pada dunia multimedia yang menurut saya enjoy untuk dijalani. Saya suka mendokumentasikan sesuatu lewat video dan foto, saya suka mem-postingnya lewat jejaring sosial baik facebook, twitter atau instagram. Meng-upload video di youtube, membuat tulisan di blog atau hanya sekedar melihat-lihat isi website dan video yang di unggah orang. Saya memutuskan mengambil jurusan Ilmu Komunikasi yang sesuai dengan apa yang saya butuhkan untuk menunjang passion saya tersebut.

Saya pemirsa TV yang gak cuma nonton berita, film , musik atau apalah. Saya juga menilai stasiun televisinya, kualitas gambarnya, kinerja kru dan orang-orang dibaliknya, variasi program yang ditayangkan dan semua hal mengenai dunia broadcast. Suatu hari saya membuat perbandingan kualitas gambar stasiun-stasiun tv swasta di indonesia. Dimana menurut saya SCTV memiliki kualitas gambar yang lembut, RCTI yang best contras, TransTV yang charming, dan TVRI yang standar banget. Sedangkan dari segi “best crew” TransTV jauh diatas semua stasiun TV swasta yang lain. Solidaritas sesama kru, interaksi antara kru dengan artis di saat onframe terjalin baik dan memunculkan daya tarik tersendiri pada alur program tayangannya. Sedangkan TV lain tetap kekeuh menyembunyikan kru nya seakan mereka seharusnya di belakang kamera saja. Solidaritas yang dimunculkan kru TransTV inilah yang membuat saya berangan-angan ingin sekali suatu saat nanti menjadi bagian dari keluarga besar mereka. Berkarir sebagai Team Kreatif atau FD (Floor Director) di acara-acara “in-house production” nya. Tapi saat ini saya masih semster 6 , nanti deh  inyaallah saya mau job trainning/magang di sana jika memungkinkan.

Intinya keinginan itu selalu saya usahakan dan mudah-mudahan menjadi kenyataan dikemudian hari. Karena berharap dan berdoa dengan usaha nyata adalah cara terbaik untuk memperoleh apapun yang kita iniginkan.

#theendofthestory
“saya ini mahluk dinamis yang tunduk pada keinginan-keinginan imajinatif yang sedang saya rasakan gejalanya, hanya waktu dan kekuatan pikiran yang mengantar saya pada titik-titik keberhasilan dan pencapaian atas apa yang saya khayalkan sebelumnya”

-jali gojali-
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com